ADVERTISEMENT
BeritaPolitik

Alumni UKI Tolak Capres-Cawapres Pelanggar Etika

40
×

Alumni UKI Tolak Capres-Cawapres Pelanggar Etika

Sebarkan artikel ini
Ketua IKA Fisipol UKI, Marlen Sitompul
Ketua IKA Fisipol UKI, Marlen Sitompul. (f/ist)

Mjnews.id – Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (IKA Fisipol) UKI, Marlen Sitompul menegaskan, pihaknya tak akan mendukung capres-cawapres yang rekam jejaknya bermasalah di Pemilu 2024.

Alumni Universitas Kristen Indonesia (UKI) tidak pernah berpihak maupun mendeklarasikan dukungan terhadap calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-cawapres) nomor urut dua, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Tidak ada toleransi bagi capres dan cawapres yang melanggar etika dan konstitusi hanya untuk melanggengkan kekuasaan,” tegasnya dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa 6 Februari 2024.

“Paman Gibran Anwar Usman sebagai mantan Ketua MK dan Ketua KPU Hasyim Asy’ari juga dinyatakan melanggar etika terkait pencalonan Gibran sebagai Cawapres. Lantas apa yang diharapkan dari seorang pemimpin yang secara jelas pencalonannya melanggar etika,” imbuhnya.

Baca Juga  Tak Ada Capres-Cawapres yang Usung tentang Kebijakan Penanganan ODGJ

Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen periode 2020-2022 ini menegaskan, Gibran merupakan buah dari demokrasi yang dipaksakan.

Dia juga merupakan representasi dari politik dinasti yang dirancang oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Gibran lolos sebagai Cawapres dengan cara tidak terhormat. Bagaimana konstitusi kita diperkosa hanya untuk kepentingan putra Jokowi tersebut,” tegasnya.

Marlen juga menyoroti keberpihakan Presiden Jokowi kepada Prabowo-Gibran. hal tersebut dinilainya sangat tidak etis. Terlebih, cara-cara yang tidak elok untuk memenangkan Prabowo-Gibran juga dipertontonkan Jokowi secara terang-terangan.

Baca Juga  Penggiat Pariwisata Pasaman Barat Minta Plt Kadis Mundur dari Jabatannya

“Seperti kita lihat Presiden Jokowi dengan ugal-ugalan membagikan Bansos di sejumlah daerah, tujuannya apa kalau bukan untuk mendongkrak keterpilihan Prabowo-Gibran. Presiden Jokowi dengan tidak ada rasa malu menggunakan APBN untuk memenangkan putranya,” tegasnya.

Marlen juga menyesalkan langkah sejumlah alumni yang mengatasnamakan alumni UKI dan mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Gibran.

Karenanya, dia meminta, agar alumni tidak mengatasnamakan tidak menggunakan UKI untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

“Karena selaku ketua IKA Fisipol UKI, setahu saya hingga saat ini DPP IKA UKI belum memutuskan dukungan kepada pasangan capres-cawapres tertentu,” tandasnya.

(*)