ADVERTISEMENT
BeritaLampungWay Kanan

Sebanyak 36 KK Kampung Bonglai Terima BLT DD Tahun 2024

129
×

Sebanyak 36 KK Kampung Bonglai Terima BLT DD Tahun 2024

Sebarkan artikel ini
Suasana musyawarah khusus Kampung Bonglai, Kabupaten Way Kanan, Lampung
Suasana musyawarah khusus Kampung Bonglai, Kabupaten Way Kanan, Lampung. (f/ist)

Mjnews.id – Pemerintah Kampung Bonglai, Kabupaten Way Kanan, menetapkan 36 Keluarga Penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahun 2024, dalam Musyawarah Khusus.

Musyawarah ini dilaksanakan di Balai Kampung Bonglai, Kecamatan Banjit, Jum’at 2 Februari 2024, sebagai langkah verifikasi dan validasi untuk menentukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Iwan Setiawan, Kepala Kampung Bonglai, menjelaskan bahwa penetapan KPM BLT DD dilakukan setelah melalui proses verifikasi dan validasi. Penerima bantuan adalah keluarga yang belum menerima bantuan dari pemerintah melalui program seperti PKH, BPNT, KKS, BST, Kartu Pra Kerja, dan program bansos lainnya.

Baca Juga  Anggota Satpol PP dan Damkar Ikut Apel Besar Kesiapsiagaan Bencana Daerah

“Bagi masyarakat yang menerima BLT DD didasarkan pada keluarga yang belum pernah menerima bantuan dari Pemerintah baik melalui PKH, BPNT, KKS, BST, Kartu Pra Kerja, maupun program bansos lainnya”Jelas Kakam Bonglai.

Hasil kesepakatan Musyawarah Kampung Khusus (Muskamsus) bersama dengan hasil validasi dan finalisasi menetapkan data KPM penerima BLT-DD kampung Bonglai sebanyak 36 orang. Iwan Setiawan berharap bantuan ini dapat membantu mengurangi beban ekonomi keluarga penerima.

Baca Juga  Senator Ahmad Bastian Berharap Ponpes Lirboyo di Lampung Ciptakan Santri Berkualitas

Selain menetapkan KPM BLT DD, musyawarah juga menjadi forum untuk memberikan arahan kepada penerima bantuan agar memanfaatkannya dengan bijak, seperti pembelian kebutuhan keluarga, terutama sembako.

“Saya berharap sebagai Pemerintah Kampung agar KPM yang nantinya dapat bantuan tersebut sebaik mungkin contohkan dengan membeli kebutuhan keluarga, diantaranya Sembako, sehingga akan dapat mengurangi beban ekonomi yang dihadapi,” tutup Iwan Setiawan.

(*/ton)