ADVERTISEMENT
NasionalPolitik

Setelah Prabowo, Ahok Kini Sindir Anies: Jangan Pilih Capres Tipu-tipu!

144
×

Setelah Prabowo, Ahok Kini Sindir Anies: Jangan Pilih Capres Tipu-tipu!

Sebarkan artikel ini
1707543117261

Mjnews.id – Setelah Prabowo, Ahok kini sindir Anies. Eks Komisaris Utama PT Pertamina itu mengajak masyarakat untuk tidak memilih Capres nomor urut 1.

Seperti diunggah dalam kanal YouTube Harian Surya berjudul “Ahok Sindir Janji Politik Anies: Jangan Pilih Capres Tipu-tipu, Ingat Rumah DP Nol Persen Jakarta” , Sabtu, 10 Februari 2024.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Politikus PDIP Basuki Tjahaja Purnama mengingatkan tak memilih capres yang suka mengobral janji.

Bak sedang menyindir program lama Capres Anies Baswedan di DKI Jakarta, Ahok meminta tak mendukung Capres yang pernah berjanji soal DP rumah nol persen.

Baca Juga  Srikandi Caleg Gerindra Tulungagung Hadiri Ziarah Prabowo Subianto di Makam Proklamator

Hal ini disampaikan Ahok saat berkampanye dan menyapa warga di Ballroom Milenium Kupang.

Ahok meminta, warga untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan hati nurani karena menyangkut masa depan bangsa.

Ahok lalu mengingatkan warga untuk tidak memilih capres yang suka menipu.

Memberikan contoh, Ahok menyinggung, soal janji-janji di DKI Jakarta. Saat menjelaskan program tersebut, Ahok terus melemparkan tawa.

Menurut Ahok, DP rumah nol persen pasti semua orang akan tertarik.

Baca Juga  Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Blitar: Prabowo Beri Semangat Kepada Kader Gerindra Blitar

“Jangan pilih Capres yang suka menipu, seperti di Jakarta rumah DP Nol persen. Jangan mudah diperdaya orang-orang,” katanya.

Ahok pun kembali mengungkit terkait program Nawacita yang dijalankan Presiden Jokowi selama hampir 10 tahun memimpin bangsa ini.

Menurut Ahok, Nawacita yang dijalankan Jokowi selam dua periode merupakan susunan dari PDIP.

Sehingga menurut Ahok, program tersebut akan sosok dilanjutkan oleh Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Bagi Ahok, merasa sangat aneh jika program Nawacita digantikan orang lain yang dijalankan selama 10 tahun belakangan. (*)