ADVERTISEMENT
Lampung

PMKRI Bandar Lampung Gelar Diskusi bersama Ikatan Mahasiswa Papua

97
×

PMKRI Bandar Lampung Gelar Diskusi bersama Ikatan Mahasiswa Papua

Sebarkan artikel ini
PMKRI Bandar Lampung Gelar Diskusi bersama Ikatan Mahasiswa Papua
PMKRI Bandar Lampung Gelar Diskusi bersama Ikatan Mahasiswa Papua. (f/ist)

Mjnews.id – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Bandar Lampung melakukan diskusi tentang “Merefleksikan Hidup Papua Suatu Misteri” bersama Ikatan Mahasiswa Papua, pada Kamis, 30 November 2023 yang bertempat di Margasiswa PMKRI Bandar Lampung.

Ketua Presidium PMKRI Bandar Lampung, Robertus Linggar Setiaji mengatakan, saat ini kita tahu bahwa literasi tentang apa yang terjadi di papua saat ini hanyalah separatisme dari aktivis-aktivis Papua yang selalu ditampilkan di media media nasional, jarang sekali ada berita tentang bagaimana kultur, kehidupan masyarakat Papua bahwa masih banyak masyarakat yang tidak diberikan hak pendidikan dan lainnya.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Literasi itu tidak didapatkan oleh masyarakat yang bukan asli Papua, akibatnya kita tau bahwa sikap keberbedaan dan stigma buruk tampil dari kaca mata masyarakat luar daerah Papua,” ujarnya.

Baca Juga  Kelompok Wanita Tani (KWT) Pesisir Barat Dapat Bantuan Sarana dan Prasarana Pertanian

“Mengenai kejadian yang menimpa salah satu anak Papua yang sedang mengenyam pendidikan, saya rasa yang harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah adalah keterbukaan dengan daerah-daerah untuk berdiskusi, apa yang dimau negara dengan apa yang di mau daerah secara diplomasi bukan gencatan senjata yang selalu memakan korban jiwa dan ketakutan masyarakat sipil,” tuturnya.

Baca Juga  Panwaslucam Umpu Semenguk Terbaik Kedua Video Simulasi PSAP se-Lampung

Sementara itu, Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Bandar Lampung, Dominggus Kosamah, menyampaikan bahwa semua anak muda Papua memiliki beban yang sangat berat yaitu mengubah perspektif orang tentang anak Papua.

“Cara mengubahnya bagaimana? Yaitu anak Papua harus mampu mengekspresikan diri mereka melalui dengan berbagai kegiatan, ikut aktif dalam organisasi-organisasi mahasiswa serta memiliki literasi atau pemahaman yang baik untuk memajukan Papua” imbuhnya.

(rel/mpi)