ADVERTISEMENT
Kemensos

Kemensos Optimalkan Bantuan untuk Korban Rudapaksa di Kalsel

65
×

Kemensos Optimalkan Bantuan untuk Korban Rudapaksa di Kalsel

Sebarkan artikel ini
Kemensos Optimalkan Bantuan untuk Korban Rudapaksa di Kalsel
Kemensos Optimalkan Bantuan untuk Korban Rudapaksa di Kalsel. (f/humas)

Mjnews.id – Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan yang optimal kepada remaja penyandang disabilitas intelektual yang menjadi korban rudapaksa di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Fokus utama penanganan adalah pemeriksaan kesehatan dan psikologis karena korban mengalami trauma yang mengganggu kesehatannya.

Kemensos, melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin dan Sentra Budiluhur di Banjarbaru, memfasilitasi berbagai pemeriksaan, termasuk laboratorium, organ paru, dan psikologis. Hasil pemeriksaan menunjukkan dampak signifikan pada kondisi psikologis dan kejiwaan korban.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Kepala Sentra Budiluhur, Cecep Sutriaman, menyatakan bahwa korban dan ibunya direlokasi ke Sentra di Banjarbaru untuk mendapatkan layanan residensial dan pendampingan psikologis. Selama di Sentra, korban mendapatkan terapi psikososial untuk meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi, sementara ibu korban diberikan pelatihan parenting skill.

Baca Juga  Bebas Pasung, Nurhasanah Kini Bisa Bersosialisasi

“Kami bawa ke Sentra untuk mendapat layanan residensial serta pendampingan psikolog seperti terapi dan pemeriksaan oleh dokter jiwa. Karena dari hasil pemeriksaan butuh terapi psikologis lanjutan,” katanya dalam laporan yang disampaikan kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini, Senin (29/1/2024).

Baca Juga  Dapat Bantuan Kemensos, Warga Demak Ini Berharap Bisa Melihat Normal Kembali

Kemensos telah berkoordinasi dengan Polres dan Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu untuk memastikan pelaku mendapat hukuman maksimal. Bantuan ATENSI berupa nutrisi, kebersihan diri, dan pakaian juga diberikan kepada korban.

Setelah mendapatkan rehabilitasi sosial selama 8 hari, korban dan ibunya dipulangkan, dan Kemensos akan terus memonitor perkembangan pemulihan korban serta perkembangan kasusnya dari sisi hukum.