BeritaJawa BaratKemensos

Pemulung yang Mengalami Kerusakan Mata Dapat Bantuan Kemensos

21
×

Pemulung yang Mengalami Kerusakan Mata Dapat Bantuan Kemensos

Sebarkan artikel ini
Pemulung yang Mengalami Kerusakan Mata di Bekasi Dapat Bantuan Kemensos
Pemulung yang Mengalami Kerusakan Mata di Bekasi Dapat Bantuan Kemensos. (f/humas)

Mjnews.id – Demi menghidupi keluarganya, seorang pemulung Surahman (37), warga yang berdomisili di Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, terus berjuang.

Malangnya, Surahman mengalami gangguan mata sebelah kanan diakibatkan terkena serpihan limbah sampah.

ADVERTISEMENT

banner pemkab muba

Di atas ‘gunung sampah’ Bantargebanglah Surahman setiap harinya mencari penghasilan. Sudah 10 tahun Surahman menggeluti usaha ini untuk menafkahi keluarganya. Kondisi tempat pembuangan akhir yang penuh debu dan kotoran beterbangan inilah yang merusak penglihatan mata kanannya.

Surahman mengaku sudah hampir satu tahun tidak bisa melihat dengan jelas. Awalnya hanya terasa perih ketika bekerja, lama kelamaan tampak bola matanya terdapat titik berwarna putih.

Setelah merasakan perih di matanya, Surahman memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, menurut keterangan dokter perlu tindakan lanjut untuk dioperasi.

Kabar mengenai Surahman terjaring dalam scanning media dan ditindaklanjuti oleh Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi.

Kementerian Sosial mengunjungi rumah Surahman dan keluarganya untuk melakukan asesmen komprehensif. Kemensos memeriksakan Surahman ke Poli Mata RSUD Kota Bekasi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, Surahman didiagnosa leukoma pada kornea yang disebabkan oleh adanya infeksi akibat percikan limbah sampah dan tidak melakukan penanganan secara tepat,” ucap dr. Etika Widhiastuti, Sp.M.

Meskipun tidak ada tindakan operasi yang dapat dilakukan karena jaringan parut sudah terbentuk, untuk saat ini dokter memberikan obat tetes mata untuk mengurangi keluhan seperti mata terasa mengganjal dan kering, serta menyarankan Surahman untuk menjaga imunitas tubuhnya.

Dukungan psikososial juga diberikan agar Surahman tetap semangat, sementara bantuan ATENSI berupa kebutuhan dasar, nutrisi, dan kebersihan diri turut disediakan.

Pada 18 Maret 2024, Surahman menjalani operasi katarak setelah pemeriksaan di poli mata Kirana RSCM. Pada 30 Maret 2024, diberikan bantuan kewirausahaan dengan jualan martabak telur dan perlengkapan sekolah untuk anak pertama Surahman.

“Terima kasih kepada Kementerian Sosial karena sudah membantu kami untuk bangkit kembali berjuang dan semangat bagi saya dan keluarga untuk menghadapi situasi ini,” ucap Surahman haru.

(*)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT