ADVERTISEMENT
EkonomiParlemen

Biaya Logistik ke Eropa Naik Sampai 63 Persen, LaNyalla Khawatirkan Ekspor UMKM

65
×

Biaya Logistik ke Eropa Naik Sampai 63 Persen, LaNyalla Khawatirkan Ekspor UMKM

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (f/dpd)

Mjnews.id – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kenaikan biaya logistik pengiriman barang dari Asia ke Eropa yang mencapai 63 persen.

Menurut LaNyalla, hal ini dapat berdampak negatif terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah berhasil merambah pasar ekspor ke Eropa.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

LaNyalla meminta pemerintah pusat untuk mengambil langkah yang tepat guna mendukung kelangsungan para pelaku UMKM di tengah kenaikan biaya logistik.

“Pemerintah harus mencarikan solusi bagi para pelaku UMKM yang sudah berhasil merambah pasar ekspor. Karena kenaikan biaya logistik ini bisa membuat biaya operasional semakin tinggi dan akhirnya mereka tidak mampu menutup biaya ekspor sehingga memilih menghentikan ekspor,” kata LaNyalla, Selasa 30 Januari 2024.

Baca Juga  Kembangkan Islamic Social Finance, IPB dan Baznas Gelar Islamic Economics Winter Course 2020

Ketua DPD RI mengingatkan bahwa UMKM menjadi penopang ekonomi Indonesia, dan 90 persen pelaku usaha di Indonesia merupakan UMKM. Oleh karena itu, jika pemerintah tidak memberikan perhatian dan solusi yang tepat, kondisi ini dapat mengganggu stabilitas perekonomian nasional.

Baca Juga  Ketua DPD RI Silaturahmi bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pasuruan

“Jika pemerintah berkomitmen mendorong UMKM agar bisa menguasai pasar ekspor, inilah saatnya pemerintah hadir, sehingga pelaku UMKM tidak terkendala biaya logistik,” ucapnya.

LaNyalla berharap pemerintah dapat berkomitmen untuk mendukung UMKM agar tetap dapat merambah pasar ekspor tanpa terkendala oleh biaya logistik yang meningkat.

Diberitakan, Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menyebut konflik yang terjadi di Laut Merah membuat tarif logistik pengiriman kapal atau freight cost dari Asia ke Eropa melonjak drastis, sekitar 53 persen sampai 63 persen.

(Rel)