ADVERTISEMENT
BeritaJawa TimurMalang

Civitas Akademika Universitas Negeri Malang Minta Jokowi Jaga Semangat Proklamasi dan Reformasi

18
×

Civitas Akademika Universitas Negeri Malang Minta Jokowi Jaga Semangat Proklamasi dan Reformasi

Sebarkan artikel ini
Pembacaan pernyataan sikap Civitas Akademika Universitas Negeri Malang
Pembacaan pernyataan sikap Civitas Akademika Universitas Negeri Malang. (f/ist)

Mjnews.id – Aksi tegas ratusan anggota Civitas Akademika Universitas Negeri Malang (UM), yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan sejumlah Guru Besar, memenuhi halaman depan Graha Rektorat UM, pada Senin 5 Februari 2024.

Pemimpin Orasi, sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM, Hari Wahyono, membacakan deklarasi berjudul “Civitas Akademika Universitas Negeri Malang kepada Presiden Joko Widodo untuk Menjaga Cita-Cita Proklamasi dan Reformasi.”

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Dalam pernyataan sikap yang penuh semangat, Hari Wahyono menyampaikan keprihatinan seluruh Civitas Akademika UM terhadap inkonsistensi pemerintahan rezim Jokowi dalam menjalankan demokrasi.

Baca Juga  Kejaksaan Negeri Blitar Tahan Kabag Marketing BPR Hambangun Artha Selaras

“Kami berdiri di sini bukan hanya sebagai bentuk partisipasi, tetapi ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap situasi yang sedang tidak menguntungkan di Indonesia,” tegas Hari.

Dalam deklarasi yang berisi lima poin sikap, Civitas Akademika UM mendesak Presiden Joko Widodo untuk bersikap lugas dan bertindak konsisten dalam menegakkan kehidupan bernegara yang demokratis dan berkeadilan.

Mereka juga menekankan pentingnya mengembalikan kepercayaan sebagai pemegang kekuasaan berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Aksi Civitas Akademika UM juga menyoroti netralitas aparatur negara, mengecam perilaku partisan dalam Pemilu 2024, dan mendesak pemerintah untuk menjadi panutan perilaku berakhlak mulia.

Baca Juga  DPD RI Apresiasi Ekspor Produk Pertanian Asal Jawa Timur Senilai Rp 140 Miliar

Mereka mengungkapkan keprihatinan terhadap perilaku tidak bermoral individu yang merusak nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.

Menyikapi situasi demokrasi yang dinilai telah kehilangan etika, Mahasiswi FMIPA UM, Meyka, menyebut seruan Civitas Akademika sebagai cerminan aspirasi masyarakat luas.

“Kami berharap pernyataan sikap ini dapat menjadi pijakan bagi implementasi kebijakan yang lebih baik, guna memenuhi kebutuhan dan harapan rakyat. Semoga Presiden tidak menutup mata dan telinga,” ucap Meyka.

(*)