Sumatera Barat

Wabup Pasbar Hadiri Tradisi Manjalang Rajo Tuanku Bosa XV Talu

202
×

Wabup Pasbar Hadiri Tradisi Manjalang Rajo Tuanku Bosa XV Talu

Sebarkan artikel ini
Wabup Pasbar Hadiri Tradisi Manjalang Rajo Tuanku Bosa XV Talu
Wabup Pasbar, Risnawanto Hadiri Tradisi Manjalang Rajo Tuanku Bosa XV Talu. (f/kominfo)

Mjnews.id – Wakil Bupati Pasaman Barat (Pasbar), Risnawanto didampingi stakeholder terkait hadiri tradisi Manjalang Rajo Tuanku Bosa XV Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (28/4/2023) di Rumah Gadang Koto Dalam Talu.

Manjalang atau mengunjungi Tuanku sekaligus bersilaturahmi ini merupakan budaya dan tradisi masyarakat Talu yang turun temurun hingga kini bertahan dan tetap berlangsung setiap hari raya Idul Fitri.

ADVERTISEMENT

banner pemkab muba

Dalam kegiatan tersebut juga digelar Tablig Akbar peningkatan kapasitas Niniak Mamak, Bundo Kandung Talu menurut konsep Islam berkemajuan.

Hadir dalam kegiatan Manjalang Rajo Tuanku Bosa XV Talu tersebut Sekjen MUI Pusat, Dr. Amirsyah Tambunan, Forkopimca Talamau, niniak mamak, dan stakeholder terkait lainnya.

Wakil Bupati Risnawanto dalam sambutannya mengatakan kegiatan silaturahmi tersebut merupakan salah satu nikmat Allah, sehingga diharapkan bisa merekat rasa persatuan dan kesatuan dengan tokoh adat, niniak mamak, bundo kandung serta cucu kamanakan.

“Kerjasama selama ini sudah terjalin dengan baik dengan tokoh adat, terutama tokoh adat di Talamau. Kegiatan adat seperti ini penting kita dukung, karena dapat membangun sinergitas antara tokoh adat dengan pemerintah daerah. Tokoh adat, niniak mamak, bundo kandung sangat mendukung program pemerintah daerah di segala bidang, baik di bidang ekonomi, kebudayaan dan pendidikan. Sehingga kami Pemda Pasbar membutuhkan dukungan dari tokoh-tokoh tersebut demi kemajuan Kabupaten Pasaman Barat serta kemajuan cucu kamanakan kita,” kata Risnawanto.

Sementara itu, Tuanku Bosa XV Talu, H. Jhonny ZA mengatakan bahwa acara ini merupakan kegiatan penting untuk silaturahmi dengan tokoh adat, niniak mamak, bundo kandung serta pemerintah daerah sehingga mampu menjalin persatuan dan kesatuan dengan cucu kamanakan.

“Kami sebagai tokoh adat, niniak mamak dalam kesempatan silaturahmi ini ingin meminta maaf kepada cucu kamanakan kami. Jika selama setahun ini kami memiliki salah, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, karena kami yakin kami pasti punya kesalahan. Banyak tugas dan tantangan yang dihadapi seperti tahun politik. Sehingga persatuan dan kesatuan menjadi penting, sebab persoalan politik sering menjadi pemicu perpecahan cucu kamanakan. Untuk itu, jangan karena perbedaan pendapat dalam politik bisa menjadi pemecah,” katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Pasaman Barat yang telah mendukung terlaksananya kegiatan silaturahmi tersebut. Ia menyebutkan, silaturahmi yang terjalin dengan pemerintah daerah selama ini berjalan dengan baik, dan diharapkan terus berlanjut.

(wal)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT