BKKBNSumatera Barat

DPPKBP3A Pasbar Adakan Pelayanan KB Gratis di Kampung III Mahakarya, Luhak Nan Duo

103
×

DPPKBP3A Pasbar Adakan Pelayanan KB Gratis di Kampung III Mahakarya, Luhak Nan Duo

Sebarkan artikel ini
DPPKBP3A Kabupaten Pasaman Barat bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Sumbar mengadakan pelayanan KB gratis di Kampung III Mahakarya Kecamatan Luhak Nan Duo
DPPKBP3A Kabupaten Pasaman Barat bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Sumbar mengadakan pelayanan KB gratis di Kampung III Mahakarya Kecamatan Luhak Nan Duo, Kamis (19/1/2023). (f/kominfo)

Pasbar, Mjnews.id – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) adakan pelayanan KB gratis tingkat Kabupaten Pasaman Barat, di Kampung III Mahakarya Kecamatan Luhak Nan Duo, bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumbar Kamis (19/1/2023).

Menurut Ketua Tim Kerja Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar, Rismiati SE, bahwa Kabupaten Pasaman Barat termasuk kabupaten yang banyak melakukan pelayanan KB gratis. Pelayanan yang dilakukan di awal tahun ini sebagai bentuk upaya mencapai target pemasangan aseptor bagi usia subur. Karena pemasangan aseptor KB ini adalah untuk meningkatkan kualitas Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

ADVERTISEMENT

banner pemkab muba

Menurutnya kendala yang dihadapi di lapangan cukup beragam, mulai dari masyarakat yang abai dengan program ini, larangan ber-KB dari keluarga serta jarak masyarakat yang jauh dari layanan KB.

“Kita terus berupaya maksimal agar pengetahuan ini didapatkan seluruh keluarga agar merencanakan kehamilan dengan program KB. Upaya lain seperti menggandeng rumah sakit untuk mendorong KB pasca persalinan dan lainnya,” ujar Rismiati.

Sekretaris DPPKBP3A Pasaman Barat, Efrini Desri, S.Tr.Keb didampingi Kabid Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Bdn Yusnirwana, S.Tr, menjelaskan bahwa antusias bagi pasangan usia subur untuk mendapatkan pelayanan KB gratis di Pustu Maharkarya cukup tinggi. Terbukti sekitar 160 orang akseptor pada pelayanan KB gratis tersebut hadir dan mendapat pelayanan oleh tenaga akseptor atau bidan.

“Pelayanan KB ini meningkatkan kualitas pelayanan KB bagi pasangan usia subur. Dengan harapan semua pasangan usia subur bisa terlayani dengan baik dan memiliki kesadaran yang tinggi untuk menggunakan KB agar tercapai program Bangga Kencana,” ujarnya

“Dari keterangan bidan desa yang kita dapatkan tadi bahwa di sini tidak banyak ibu hamil. Artinya kesadaran untuk mengatur jarak kelahiran dan dua anak cukup itu sudah berjalan. Semoga daerah lainnya di Kabupaten Pasaman Barat ini juga demikian,” katanya.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cabang Pasaman Barat, Ermita Kasmadi, SST menjelaskan bahwa tugas IBI dan KB tidak dapat dipisahkan untuk bergandengan tangan menyelamatkan perempuan dari peningkatan angka kematian ibu dan bayi.

“KB dan IBI akan bergandengan tangan untuk menyelamatkan temannya yaitu perempuan. Dengan ber-KB perempuan bisa mengatur jarak kelahiran dan tercipta keluarga yang berkualitas,” katanya.

Ia menegaskan bahwa anggota IBI akan terus berupaya untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang perencanaan dalam keluarga. Karena perencanaan itu penting sehingga tercipta keluarga yang berkualitas.

(wal)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT