Seni BudayaSumatera Barat

Grup Talempong Aguang Koto Kaciak Mengadu, Ini Kata Bupati Agam

118
×

Grup Talempong Aguang Koto Kaciak Mengadu, Ini Kata Bupati Agam

Sebarkan artikel ini
Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman menyaksikan penampilan seni tradisional talempong aguang dari Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya
Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman menyaksikan penampilan seni tradisional talempong aguang dari Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Rabu 30 Juni 2021. (f/amc)

AGAM, MJNews.id – Bupati Agam, H. Andri Warman menyaksikan penampilan seni tradisional talempong aguang dari Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, setelah berdialog dengan TVRI Sumatera Barat, di taman PLTA Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Rabu 30 Juni 2021.

Sebelumnya, grup talempong aguang yang berasal dari nagari pinggiran Danau Maninjau ini mengikuti shooting dengan TVRI Sumbar di taman PLTA tersebut.

ADVERTISEMENT

banner pemkab muba

Salah seorang anggota grup seni talempong aguang, Jeni Aulia menyampaikan kendala yang dihadapi dalam melestarikan seni tradisional itu kepada bupati.

“Ada beberapa kendala yang kita hadapi di grup seni talempong aguang ini, salah satunya masalah peralatan,” ujarnya.

Peralatan di grup talempong aguang Nagari Koto Kaciak ini, katanya, sudah lama yang telah memakan usia sekitar 5 atau 6 tahun, sehingga butuh alat baru untuk bisa tampil maksimal.

Di sisi lain masalah penampilan, selama ini tampil hanya pada pesta pernikahan dan festival, serta kurangnya regenerasi karena anak muda sekarang lebih cenderung mengejar seni model baru dibanding tradisi.

Menanggapi hal itu, grup talempong aguang Nagari Koto Kaciak mendapat angin segar dari Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, setelah menyatakan bakal membantu satu set peralatan untuk grup seni tradisional tersebut.

“Sepanjang tidak menyalahi aturan kalau anggarannya ada kenapa tidak kita bantu, karena ini menyangkut budaya yang merupakan aset Minangkabau, khususnya di Agam,” sebut bupati yang akrab disapa AWR ini.

Ditegaskannya, jangan lihat murah dan mahalnya peralatan, tapi bagaimana seni budaya Minangkabau ini tetap lestari dan berkembang di tengah masyarakat.

(emg)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT