ADVERTISEMENT
BlitarJawa Timur

Atlet Berprestasi Blitar akan Demo ke Pemkab, Tuntut Bonus dan Dana Pembinaan

166
×

Atlet Berprestasi Blitar akan Demo ke Pemkab, Tuntut Bonus dan Dana Pembinaan

Sebarkan artikel ini
Toni Andreas, Ketua KONI Kabupaten Blitar
Toni Andreas, Ketua KONI Kabupaten Blitar. (f/ist)

Mjnews.id – Atlet Kabupaten Blitar yang berprestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2023 hingga kini belum menerima bonus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.

Hal ini menimbulkan kekecewaan dan kemarahan di kalangan atlet dan pengurus KONI Kabupaten Blitar.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar, Toni Andreas, mengatakan bahwa Pemkab Blitar telah berjanji memberikan reward kepada para atlet yang telah mengharumkan nama Kabupaten Blitar di bidang olahraga. Namun, hingga saat ini janji tersebut belum juga ditepati.

Baca Juga  Ini Kisah Perjalanan Spiritual LaNyalla di Masjid Sunan Giri

“Padahal, para atlet ini telah berjuang keras untuk mengharumkan nama Kabupaten Blitar di ajang Porprov Jatim,” kata Toni pada Selasa (5/12/2023).

Ia menjelaskan, dana pembinaan atlet juga belum diberikan oleh Pemkab Blitar. Padahal, dana pembinaan ini sangat penting untuk mendukung kegiatan latihan dan kompetisi para atlet.

“Dana pembinaan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan para atlet, seperti biaya transportasi, biaya makan, dan biaya perlengkapan latihan,” kata Toni.

Baca Juga  CSR dari PT RMI Blitar Menuai Polemik di Masyarakat

Akibat tidak adanya dana pembinaan, Toni khawatir KONI Kabupaten Blitar akan terancam dibubarkan. Seluruh pengurus KONI Blitar akan diberhentikan jika anggaran 2023 tidak juga diberikan.

“Jika tetap begini mending dibubarkan saja,” tegas Toni.

Toni mengatakan, aksi unjuk rasa akan dilakukan di kantor Bupati Blitar pada tanggal 18 Desember 2023. Unjuk rasa ini dilakukan untuk menuntut dana pembinaan dan bonus atlet berprestasi tahun 2023.

“Biarkan nanti anak-anak atau atlet-atlet ini berorasi, biar mereka menuntut haknya,” kata Toni.