Jawa TengahPurworejoTNI

Anjangsana dan Komsos, Babinsa Koramil 02 Bayan Cegah Gangguan Kamtibmas Jelang Pemilu 2024

155
×

Anjangsana dan Komsos, Babinsa Koramil 02 Bayan Cegah Gangguan Kamtibmas Jelang Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
Babinsa Koramil 02 Bayan anjangsana dan komsos di Desa Tangkisan
Babinsa Koramil 02 Bayan anjangsana dan komsos di Desa Tangkisan. (f/pendim)

Purworejo, MJNews.id – Babinsa Koramil 02 Bayan Kodim 0708 Purworejo Sertu Wiyarno melaksanakan kegiatan anjangsana dan komunikasi sosial (Komsos) membahas keamanan lingkungan, bersama tokoh masyarakat Desa Tangkisan menjelang pemilu 2024 di rumah Gatot Suyuri, salah seorang tokoh agama Desa setempat, Rabu (15/3/2023).

Sertu Wiyarno bersama Serka Siswadi, Serma Asmanto dan Sertu Lilik Kuswanto bertemu langsung dengan Tokoh Masyarakat dan Para pemuda di Desa Tangkisan, serta beberapa orang warga di sana.

ADVERTISEMENT

banner pemkab muba

Tujuan anjangsana untuk lebih memperat hubungan antara Babinsa sebagai aparat teritorial terhadap Tokoh Masyarakat dan masyarakat lain di desa binaannya.

Dalam anjangsana tersebut, Sertu Wiyarno melaksanakan komunikasi sosial membahas tentang keamanan di wilayah, terlebih lagi dalam waktu dekat pemerintah akan melaksanakan pesta demokrasi (Pemilu) sehingga diharapkan kepada seluruh warga agar menghindari segala bentuk kegiatan yang dapat memancing serta memicu suasana tidak nyaman di lingkungan Desa tangkisan.

Sertu Wiyarno mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk selalu menjaga suasana yang aman dan kondusif sehingga akan terciptanya situasi kamtibmas yang aman di seluruh wilayah Desa Tangkisan.

Gatot selaku Tokoh Agama mengucapkan banyak terima kasih atas silaturahmi dan komunikasi yang selama ini telah terjalin, semoga dengan silaturahmi tentunya akan lebih banyak mendengar aspirasi dan keadaan masyarakat langsung.

“Sebab dengan komunikasi dan silaturahmi kepada para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda,bisa menekan tingkat kerawanan sehingga kondusivitas keamanan wilayah bisa tercipta,” tambahnya.

Sementara Daryanto, warga Desa Tangkisan yang bekerja sebagai petani mengeluhkan terkait kelangkaan dan mahalnya harga pupuk.

Beliau berharap dengan keadaan seperti saat ini mestinya pemerintah daerah dan wakil rakyat (DPRD) mestinya hadir membantu para petani. Tetapi yang terjadi mereka datang di masyarakat di saat butuh dalam mencari dukungan suara di Pemilu.

“Saya kecewa dengan model pemimpin yang hanya datang di saat butuh, tetapi setelah itu pergi menghilang tanpa peduli derita rakyat bawah,” ungkapnya kesal.

(fix)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT