ADVERTISEMENT
BeritaBlitarJawa Timur

Perhutani Blitar Berjaya: Ladang Tebu Liar Ditertibkan, Pendapatan Negara Meningkat Rp 3 Miliar!

202
×

Perhutani Blitar Berjaya: Ladang Tebu Liar Ditertibkan, Pendapatan Negara Meningkat Rp 3 Miliar!

Sebarkan artikel ini
Muklisin
Administratur Perum Perhutani KPH Blitar, Muklisin S Hut

Mjnews.id – Perum Perhutani KPH Blitar patut berbangga. Upaya gigih mereka dalam memberantas ladang tebu liar di sepanjang tahun 2023 menunjukkan hasil gemilang. Pendapatan negara berhasil diselamatkan senilai total Rp 3 Miliar.

Peningkatan PNBP 500%

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Administratur Perum Perhutani KPH Blitar, Muklisin S. Hut, mengungkapkan bahwa peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari penertiban ladang tebu liar mencapai 500 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Total pendapatan ke negara sekitar Rp 3 Miliar, dari sharing dan PNBP. Untuk PNBP saja meningkat hingga 500 persen dari tahun sebelumnya, dari kisaran angka Rp 100 juta sekian, sekarang jadi Rp 700 juta,” ungkap Muklisin dalam acara di Kesambi Tress Park Jatilengger Kecamatan Ponggok, Selasa (2/1/2024).

Kerja Keras dan Komunikasi Efektif

Pencapaian ini tidak diraih dengan mudah. Di Blitar, langkah berani Perhutani sempat mendapat perlawanan dari para penggarap tebu liar. Puncaknya, kantor Perhutani di Kota Blitar didemo ratusan orang.

Baca Juga  Bicarakan Hibah KRI Teluk Ratai 509, Wako Pariaman Diundang Rapat di Markas Kolinlamil Surabaya

Namun, Muklisin dengan tangan dinginnya mampu menyelesaikan masalah ini melalui komunikasi yang baik dan mengedepankan prinsip penegakan hukum yang tegas dan humanis.

Perhutani KPH Blitar Terbaik di Jawa Timur

Kerja keras segenap personel Perhutani KPH Blitar berbuah manis. Mereka berhasil meraih capaian Key Performance Indicator (KPI) tertinggi se-Jawa Timur.

“Tentu senang sekali, kita bisa jadi the best, atau yang nomor 1 se-Jawa Timur. Ini merupakan team work dan dukungan dari pada stakeholder termasuk rekan-rekan wartawan,” ujar Muklisin.

Lebih dari Sekadar Ladang Tebu Liar

Di bawah kepemimpinan Muklisin, Perhutani KPH Blitar menunjukkan perkembangan pesat. Total penerimaan dari wisata yang ditargetkan Rp 3 Miliar, pada 2023 mencapai Rp 7 Miliar, atau 220 persen diatas target.

Capaian produksi hasil hutan non kayu, seperti getah pinus, juga tak kalah membanggakan, yaitu 115 persen diatas target.

Baca Juga  Gempa M 6,1 Malang: 6 Orang Tewas, Banyak Rumah Rusak Berat hingga Rata dengan Tanah

“Alhamdulillah, artinya semuanya rata-rata diatas target. Kemarin mandor-mandor kita juga dapat penghargaan sebagai mandor terbaik pertama tingkat Jawa Timur. Itu juga hasil dari kerja keras penertiban tebu liar, khususnya di Blitar Selatan,” jelas Muklisin.

Mitigasi Bencana dan Kesadaran Masyarakat

Pada tahun 2024, Perhutani KPH Blitar akan lebih fokus dalam mitigasi bencana. Pengembalian fungsi hutan, khususnya hutan lindung, menjadi prioritas utama.

“Kita sama-sama berjuang untuk mengembalikan fungsi ekologi pada hutan-hutan di Blitar. Itu juga merupakan bentuk mitigasi bencana. Mari kita bersama-sama bersinergi, tingkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya fungsi ekologi hutan,” pungkas Muklisin.

Prestasi Perhutani KPH Blitar:

  • Pendapatan negara dari ladang tebu liar: Rp 3 Miliar;
  • Peningkatan PNBP: 500%;
  • Penerimaan wisata: Rp 7 Miliar (220% diatas target);
  • Produksi getah pinus: 115% diatas target;

Penghargaan:

  • KPI tertinggi se-Jawa Timur;
  • Mandor terbaik pertama tingkat Jawa Timur.