Pendidikan

Kemendikbud Siapkan Rp 2,6 Triliun untuk Program Internet Gratis

73
×

Kemendikbud Siapkan Rp 2,6 Triliun untuk Program Internet Gratis

Sebarkan artikel ini
Nadiem Anwar Makarim saat mengunjungi SMPN 14 Kabupaten Sorong
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim saat mengunjungi SMPN 14 Kabupaten Sorong, Papua Barat. (ist)

MJNews.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) siap menggelontorkan dana Rp 2,6 triliun untuk program internet gratis selama tiga bulan ke depan. Hal itu dilaksanakan sebagai untuk menyikapi kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, sehingga kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring. 

ADVERTISEMENT

banner pemkab muba

“Jadi internet ini harus lanjut, ini perjuangan (Kemendikbud) dan alhamdulillah didukung Pak Presiden,” kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam dialog daring dengan tema Mendedar Kuota Belajar, yang dilaksanakan oleh KPCPEN FMB9, belum lama ini.

Nadiem juga menambahkan, setelah mendengar masukan dari berbagai elemen masyarakat, pihaknya memutuskan bahwa selama tiga bulan ke depan, akses internet untuk siswa tidak lagi berbasis kuota. Ini berarti, siswa dan guru dapat mengakses berbagai ragam informasi untuk memperkaya proses belajar mengajar, sehingga diharapkan kebijakan ini akan menambah wawasan dan pengetahuan semua pihak.

“Namun tetap dikecualikan adalah akses untuk media sosial, game dan lain-lain,” katanya.Nadiem menyebut, pembagian kuota internet ini akan dilaksanakan mulai tanggal 11 Maret hingga 15 Maret mendatang.

“Kecuali yang penggunaannya dibawah 1 GB karena diasumsikan tidak membutuhkan dan yang baru mendaftarkan nomor akan dibagikan pada bulan April 2021,” kata dia, seperti diwartakan Republika.co.id.

Menuju Tatap Muka

Kemdikbud mengatakan, bantuan kuota data internet yang akan disalurkan mulai 11 Maret akan menjadi “jembatan” sebelum sekolah tatap muka dimulai Juli 2021. Bantuan akan terus diberikan hingga Juni.

“Bantuan data kuota 2021 ini harapannya bisa jadi ‘jembatan’ tatap muka,” kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Muhammad Hasan Chabibie, kemarin.

Bantuan kuota data internet tersebut mulai disuntikkan tanggal 15 Maret dan akan selesai pada tanggal yang sama di bulan berikutnya. Bantuan akan terus diberikan dalam tiga bulan hingga berakhir di pertengahan Juni 2021. “Harapannya Juli sudah bisa tatap muka,” ujar Hasan.

Sekali lagi, ia meminta agar bantuan kuota data internet itu benar-benar secara maksimal dapat digunakan sebagai “jembatan” agar proses belajar dan mengajar berjalan lancar di masa pandemi Covid-19.

“Yang jelas kami koordinasi teknis dengan operator (telekomunikasi) untuk menjaga nyala api peserta didik,” ujar dia.

Kemdikbud mengajukan alokasi anggaran kepada Kementerian Keuangan sebesar Rp 2,6 triliun untuk sekitar 30 juta bantuan kuota data internet yang akan digunakan untuk pendidikan jarak jauh (PJJ) pada bulan Maret sampai dengan Juni 2021.

Menurut Hasan, Kementerian memang belum membahas anggaran bantuan kuota data internet lainnya seandainya pada Juli mendatang sekolah tatap muka belum juga memungkinkan untuk dilaksanakan.

“Anggaran setelah Juni, kami belum bisa bicara banyak, karena tergantung pengambil kebijakan tertinggi dalam hal ini Kementerian Keuangan. Tapi ada Dana BOS, salah satunya bisa saja digunakan untuk beli kuota. Saya masih optimistis vaksinasi akan berjalan baik,” katanya.

Menurut Hasan, sekolah di beberapa daerah ada yang sudah menyiapkan protokol ketat untuk sekolah tatap muka. Beberapa pemerintah daerah dan dinas terkait mulai mengambil ancang-ancang untuk melakukan hal sama.

(***)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT