KesehatanJawa TimurMalang

Tren Bulanan Kasus DBD di Kabupaten Malang Menurun

62
×

Tren Bulanan Kasus DBD di Kabupaten Malang Menurun

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo
Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo. (f/pemkab)

Mjnews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Jawa Timur, mencatat adanya sekitar 243 kasus DBD (Demam Berdarah Dengue), selama dua bulan pertama tahun 2024. Seorang lansia meninggal.

Meski demikian, Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, menyatakan bahwa terjadi penurunan pada tren temuan kasus bulanan.

ADVERTISEMENT

banner pemkab muba

Menurut Wiyanto, temuan kasus DBD di Kabupaten Malang selama Januari 2024 sebanyak 175 kasus. Sementara itu, pada Februari 2024, temuan kasus mengalami penurunan menjadi 139.

“Justru kalau melihat tren bulanan, kasus DBD di Kabupaten Malang pada 2024 ini cenderung menurun,” kata Wiyanto, Kamis 29 Februari 2024.

Dari total 314 kasus DBD yang tercatat selama Januari-Februari 2024, satu di antaranya berakhir dengan kematian.

Wiyanto mengkonfirmasi, per 28 Februari kemarin, angka kasus kematian akibat DBD itu ada satu jiwa. Warga yang meninggal adalah lansia dan memiliki komorbid.

Wiyanto menekankan pentingnya masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih.

Dia juga mengajak untuk aktif dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing, terutama pada area yang sering menjadi tempat penampungan air.

Dalam konteks kasus DBD di Kabupaten Malang, Wiyanto menyebut bahwa situasinya cenderung fluktuatif. Sejak tahun 2003 hingga Februari 2024, angka penderita DBD mengalami naik-turun.

Lonjakan kasus tertinggi terjadi pada tahun 2019, mencapai 1.558 kasus, sedangkan angka kematian tertinggi tercatat pada tahun 2007, mencapai 26 jiwa dari 1.010 kasus yang teridentifikasi.

Wiyanto menambahkan, berdasarkan analisis yang kami lakukan, angka kematian akibat DBD di Kabupaten Malang terus mengalami perubahan. Namun, terpantau pada tahun 2022 dan 2023 kemarin, angka kematian kasus ini masih sama, yakni 9 orang.

Diketahui, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Imran Pambudi, menyoroti peningkatan kasus DBD di awal tahun 2024.

Imran menjelaskan bahwa kenaikan ini terkait dengan musim penghujan dan fenomena iklim El-Nino yang sedang berlangsung.

Imran juga menekankan bahwa siklus El-Nino berpengaruh pada curah hujan dan suhu, yang dapat mempengaruhi tingkat keganasan nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD.

(*)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT