BlitarJawa Timur

Pernyataan Bupati Blitar Mendapat Kritikan Pedas

210
×

Pernyataan Bupati Blitar Mendapat Kritikan Pedas

Sebarkan artikel ini
Tomi Gandi Sasongko
Tokoh muda Blitar, Tomi Gandi Sasongko. (f/ist)

Mjnews.id – Pernyataan singkat Bupati Blitar terkait pengunduran diri Wakil Bupati Blitar beberapa waktu yang lalu mendapat kritik pedas dari beberapa kalangan. Pernyataan dari Mak Rini, panggilan akrab Bupati Blitar ketika ditanya oleh seorang awak media, hanya menyatakan bahwa Pemerintahan Kabupaten Blitar tidak akan terpengaruh meskipun Wabup mengundurkan diri.

Salah satu tokoh yang ikut mengomentari pernyataan tersebut adalah Tomi Gandi Sasongko, Tokoh muda Blitar yang juga dikenal sebagai pengusaha ini memberikan tanggapan dengan nada ironi terhadap pernyataan bupati.

ADVERTISEMENT

banner pemkab muba

“Lho, bupati-nya siapa? Wabup-nya siapa? Apakah selama ini yang menjadi bupati itu Makde Rahmat (Wabup)? Apakah wabup terasa seperti bupati?. Ya santai aja, jalankan pemerintahan ini, wong bupatinya dia kok,” ujar Tomi sambil tersenyum.

Ditemui di rumahnya (Sabtu, 26/08/2023), Tomi melanjutkan bahwa pernyataan bupati terkesan seolah-olah pemerintahan ini yang mengendalikan malah wakilnya.

“Bupati adalah pengambil kebijakan tertinggi di pemerintahan daerah kabupaten. Tanpa wakil bupati, pemerintahan masih dapat berjalan dengan baik selama bupati dapat menjalankan roda pemerintahannya dengan baik pula. Banyak daerah lain di negara kita yang tetap berjalan lancar meski kepala daerahnya tidak memiliki wakil,” lanjut Tomi menegaskan pernyataannya sebelumnya.

Ketika ditanya mengenai pernyataan apa yang seharusnya disampaikan oleh bupati, Tomi memberikan jawaban bahwa seharusnya bupati memberikan pernyataan yang bersifat normatif dan kontekstual sebagai seorang kepala daerah.

“Seharusnya bupati menyatakan bahwa pengunduran diri wabup adalah hak beliau. Beliau juga memiliki hak politik untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR, Itu saja, karena konteksnya adalah bahwa wabup akan maju sebagai anggota DPR-RI, maka wajar jika beliau harus mengundurkan diri sebagai wakil bupati sebelum masa kampanye dimulai,” kata Tomi.

Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, Wakil Bupati Blitar mengundurkan diri dari jabatannya karena ingin mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI Dapil 12 Jawa Timur meliputi Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, beliau diusung oleh Partai Amanat Nasional.

Pada akhir wawancara, Tomi memberikan kritik yang ditujukan kepada Mak Rini agar lebih merakyat dalam menjalankan tugasnya, terutama sekarang sudah tidak lagi didampingi oleh wakil bupati.

“Saya berharap kepada Bupati Blitar untuk lebih merakyat dengan melihat dan mendengarkan langsung keluhan rakyat kabupaten Blitar. Jangan takut untuk turun langsung, jangan hanya mengikuti protokoler yang telah dijadwalkan. Keluh kesah rakyat dapat datang dari berbagai arah, termasuk dari LSM, tokoh masyarakat, bahkan dari wartawan melalui tulisan di medianya. Terbukti atau tidak, selama ini yang lebih sering berinteraksi dengan masyarakat adalah Pak Wabup. Beliau lebih sering mendengarkan keluhan rakyat daripada bupati,” tutup Tomi.

Dilaporkan beberapa waktu sebelumnya bahwa kumpulan wartawan dan jurnalis Blitar melakukan unjuk rasa di depan pendopo kabupaten Blitar. Dalam unjuk rasa itu mereka sempat melakukan aksi gantung Kartu Pers dipagar pendopo sebagai protes terhadap Bupati Blitar yang dinilai sangat sulit untuk ditemui wawancara. (Bud)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT