Berita

Tumpukan Tandan Sawit Terbakar, Pemkab Pasbar akan Sanksi Tegas pada PT AWL

104
×

Tumpukan Tandan Sawit Terbakar, Pemkab Pasbar akan Sanksi Tegas pada PT AWL

Sebarkan artikel ini
Tandan kosong sawit terbakar
Tandan kosong sawit terbakar.

PASAMAN BARAT, MJNews.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat, Sumatera Barat, bakal memberikan sanksi tegas sesuai perundang-undangan yang berlaku kepada PT Agro Wira Ligatsa (PT AWL).
Pemberian sanksi tegas tersebut, dilatari pasca terbakarnya tumpukan tandan kosong kelapa sawit yang sudah menggunung milik perusahaan tersebut. Akibat itu terjadi pencemaran polusi udara.
Tumpukan tandan kosong tersebut terbakar sejak Jumat 23/7 sampai Sabtu (24/7) dini hari api baru bisa dijinakkan. Api juga sempat merambah ke kolam limbah yang ada di lokasi pabrik pengolahan kelapa sawit milik perusahaan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Adrinaldi melalui Kasi Pengawasan Dampak Lingkungan Hidup, Gusrida mengatakan kejadian kebakaran tandan kosong yang terjadi di PT AWL merupakan hal yang tidak diinginkan.
“Pemerintah Pasaman Barat akan melakukan tindakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk memberikan sanksi atas kejadian terbakarnya tandan kosong tersebut,” katanya, Senin 26 Juli 2021.
Sementara itu, anggota DPRD Pasaman Barat dari Komisi II, Syafridal mengungkapkan pihaknya jauh hari telah mengagendakan untuk pemanggilan sejumlah perusahaan-perusahaan pengelola kelapa sawit.
Pemanggilan tersebut dijelaskannya untuk mendengarkan bagaimana prosedur pengolahan buah kelapa sawit tanpa adanya pencemaran lingkungan, baik lewat air dan udara.
Kemudian, imbuh Syafridal, selain tentang prosedur pengolahan pihaknya dari Komisi II DPRD Pasaman Barat ingin mengetahui sejumlah perizinan berdirinya sebuah perusahaan.
Secara terpisah, salah seorang ninik mamak Simpang Tigo Alin Nagari Muaro Kiawai, Kasman Datuak Bagindo Sati berharap kepada pemerintah untuk meninjau kembali perizinan PT AWL.
“Kami sudah tak tahan dengan asap yang menyebar tiap hari di udara, apa udara seperti ini yang kami hirup, ini sudah tak sehat, pemerintah harus menegur agar perusahaan meninggikan cerobong asap mereka. Belum lagi bau limbah pabrik membuat kami tak tahan,” katanya.
(rt/junir)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT