ADVERTISEMENT
Nasional

Srikandi Pemuda Pancasila Jakarta Pusat Peduli Porter

75
×

Srikandi Pemuda Pancasila Jakarta Pusat Peduli Porter

Sebarkan artikel ini
Srikandi Pemuda Pancasila Jakarta Pusat
Srikandi Pemuda Pancasila Jakarta Pusat Peduli Terhadap Porter.

 MJNews.id – Terlihat tetapi terlupakan itulah istilah yang diucapkan oleh Hesti Anggriani (Ketua Srikandi) bagi para Porter stasiun kereta api.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Porter bertugas mengangkatkan barang-barang milik penumpang. Dengan pekerjaan seperti ini, porter jelas mengandalkan tenaga. Mereka harus punya fisik yang kuat. 

Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Jakarta Pusat saat menyambangi Stasiun Gambir dan Pasar Senen sebagai sambungan agenda Ramadhannya minggu lalu,dan meski Penumpang jasa transportasi kereta api tentu sering melihat sajian serupa yang santun sebagai ucapan selamat datang bagi penumpang yang tiba di stasiun kereta api.

“Dengan mengenakan seragam layaknya petugas kereta api lainnya, mereka terlihat kompak dan serasi,” kata Hesti panggilan akrab sapaannya, Kamis 6 Mei 2021.

Baca Juga  Sosok Vanessa Natasha Diduga Mantan Istri Yudha Arfandi Pembunuh Dante Anak Tamara Tyasmara, Singgung Soal Karma

 

“Sebagai informasi bahwa Porter stasiun adalah pekerja lepas yang hanya mengandalkan pemasukan dari hasil upah mengangkat barang-barang milik tamu yang menggunakan jasa mereka saat berada di stasiun kereta api, artinya mereka tidak mendapatkan gaji dari perusahaan transportasi milik negara itu,”ucap Hesti dengan rasa penuh haru.

Lebih lanjut Hesti mengatakan, tidak seperti situasi Ramadhan dan menjelang lebaran sebelum pandemi, suasana keramaian di stasiun jauh berkurang. Pandemi Covid 19 memaksa pemerintah mengatur syarat penumpang yang diperbolehkan melakukan perjalanan sehingga berimbas pada jumlah dan jadwal kereta api menjadi berkurang dari seharusnya.

Baca Juga  Ditangkap Densus 88, Munarman Akan Didampingi 20 Pengacara

 

“Menurut kami, mereka itu layak untuk diperhatikan juga, pertimbangannya karena kondisi Covid-19. Tadi sempat bincang dengan mereka, ada yang pulang tidak membawa uang dan hanya mengandalkan takjil gratis dari pihak stasiun untuk modal makan setiap harinya, porternya banyak namun penumpannya sedikit sekali, dan tidak semua mau menggunakan jasanya,” ucap Hesti.

“Saya merasa tersentuh kalau mendengar cerita mereka langsung, menurut informasi kepala pengawas Porter, hari ini terakhir mereka ada di sini karena adanya larangan mudik yang berlaku mulai kamis, 6 mei 2021. Jadi ini alasan perhatian tujuan kita disini, semoga kehadiran Srikandi disini, bisa membuat mereka tetap semangat melewati situasi saat ini”, ungkap Hesti Anggriani.

(nat)