ADVERTISEMENT
BlitarJawa TimurPeristiwa

Wanita 59 Tahun Meninggal Misterius di Kamar Mandi Pondok Pesantren

334
×

Wanita 59 Tahun Meninggal Misterius di Kamar Mandi Pondok Pesantren

Sebarkan artikel ini
Wanita 59 Tahun Meninggal Misterius di Kamar Mandi Pondok Pesantren Nuswantoro
Wanita 59 Tahun Meninggal Misterius di Kamar Mandi Pondok Pesantren Nuswantoro. (f/ist)

Mjnews.id – Warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, digegerkan oleh penemuan seorang wanita berusia 59 tahun, Suwarti, yang meninggal dunia di dalam kamar mandi umum Pondok Pesantren Nuswantoro pada Senin (11/12/2023) malam.

Peristiwa ini terjadi pada sekitar pukul 20.00 WIB. Petugas yang datang ke lokasi kejadian mendapati korban sudah meninggal dunia dalam keadaan tertelungkup di dalam kamar mandi dengan pintu terkunci dari dalam.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Kapolsek Lodoyo Barat, IPTU Dwi Purwanto, mengatakan bahwa korban pertama kali tiba di pondok pesantren pada Sabtu (9/12/2023) sore. Namun, pada hari Senin, keluarga korban merasa khawatir karena korban tidak pulang sejak Sabtu dan akhirnya melaporkan ke polisi.

Baca Juga  Tiga Ekor Kambing di Palembayan Mati, Diduga Diterkam Satwa Liar

Petugas kemudian memeriksa CCTV di pondok pesantren dan mendapati korban masuk ke dalam kamar mandi umum pada Sabtu malam sekitar pukul 8 malam dan tidak keluar hingga Senin malam.

“Kami membuka pintu kamar mandi dan menemukan korban sudah meninggal dunia,” ujar Dwi Purwanto.

Baca Juga  Maini Kembali Pimpin Disdukcapil, Lila Yanwar Jadi Direktur RSUD Padang Panjang

Dari hasil pemeriksaan medis, korban diduga meninggal karena penyakit jantung, kolesterol, dan sesak nafas.

“Hasil autopsi menunjukkan bahwa korban meninggal karena penyakit jantung, kolesterol, dan sesak nafas,” ujar Dwi Purwanto.

Keluarga korban menerima musibah ini dan menolak dilakukan autopsi. 

Barang-barang milik korban, seperti kalung emas, anting emas, handphone, dan dompet, ditemukan utuh di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban,” ujar Dwi Purwanto.