ADVERTISEMENT
BlitarJawa Timur

Tambang Pasir Ilegal di Blitar Meresahkan, Diduga Ada Pungli

128
×

Tambang Pasir Ilegal di Blitar Meresahkan, Diduga Ada Pungli

Sebarkan artikel ini
Tambang pasir ilegal
Ilustrasi. Tambang pasir.

Mjnews.id – Tambang pasir ilegal di Kabupaten Blitar kian meresahkan. Setidaknya ada empat titik lokasi tambang yang beroperasi di wilayah Kecamatan Nglegok dan Ponggok.

Pantauan media ini di beberapa lokasi di aliran Kali Bladak, Desa Salam Kedawung, Kecamatan Nglegok, aktivitas pertambangan berjalan lancar. Belasan dump truk lalu lalang mengangkut pasir atau pasir campur batu (sirtu).

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Seorang warga setempat, Gatot Sugiwo, menyebut, ada sekitar 12 dump truk yang lalu lalang di satu titik setiap harinya. Belasan dump truk tersebut mengangkut material pasir ataupun pasir campur batu (sirtu).

“Satu dump truk bisa mengangkut 15 kali dalam sehari lalu dikalikan per rit-nya 600 ribu maka ketemu 9 juta rupiah. Kalau ada 12 dump truk berarti potensi keuntungannya 108 juta (satu lokasi). Dan itu modalnya cuma alat berat, sedangkan tanahnya milik orang (sewa),” ungkap Gatot Sugiwo.

Baca Juga  Gunung Semeru Luncurkan Guguran Awan Panas, Warga Tenang Namun Waspada

Terkait perkiraan keuntungan yang didapat oleh para penambang ilegal tersebut, media ini mencoba menggali informasi langsung ke pihak-pihak yang bersangkutan.

Salah seorang penambang berinisial SP menjelaskan bahwa uang yang diperoleh dari usaha tambang ilegalnya itu tidak sebesar hitungan yang diperkirakan orang. 

Selain harus punya alat berat (excavator PC 200) yang harganya ratusan juta juga harus menggunakan mesin penyedot (Alcon). Selain itu, kata dia, pengeluaran untuk “atensi” kepada aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini kepolisian juga tidak sedikit.

Baca Juga  Endro Hermono, Anggota DPR-RI Gelar Bimtek Peningkatan Mutu Tembakau

“Tidak sebanyak itu mas, soalnya atensi untuk keamanan cukup besar per bulannya,” kata SP.

Keterangan yang sama disampaikan pula oleh dua pengusaha tambang pasir ilegal lainnya yaitu TR dan WAH. Namun demikian mereka enggan menyebut nominal uang yang disetorkan untuk keamanan bisnisnya itu.

Yang lebih mengejutkan lagi, pengusaha tambang berinisial ML, saat dihubungi melalui WhatsApp mengatakan bahwa terkait koordinasi ataupun konfirmasi, ML meminta media ini ke Humas Polres Blitar Kota.

“Konfirm nya sama Humas nggih. Sudah jadi satu sama Humas. Kalo mau ke lokasi nggih gpp, monggo,” tulis ML via WhatsApp, Minggu (10/12/2023). (Bud)