EkonomiSumatera Barat

Wabup Limapuluh Kota dan Dinas Perikanan Launching Program Mina Padi

68
×

Wabup Limapuluh Kota dan Dinas Perikanan Launching Program Mina Padi

Sebarkan artikel ini
Launching Program Mina Padi

MJNews.id – Wakil Bupati (Wabup) bersama Dinas Perikanan Kabupaten Limapuluh Kota melakukan launching program Mina Padi, Sabtu 13 Maret 2021.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri didampingi Plt. Kepala Dinas Perikanan Ir. Sepdi Paindayeri beserta tim terkait secara resmi melaunching program Mina padi di Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak.

Mina padi adalah satu bentuk usaha tani gabungan (combined farming) yang memanfaatkan genangan air sawah yang sedang ditanami padi sebagai kolam untuk budidaya yang memaksimalkan hasil tanah sawah. Mina padi meningkatkan efisiensi lahan karena satu lahan menjadi sarana untuk budidaya dua komoditas pertanian sekaligus.

“Potensi ini dapat kita tingkatkan. Kenapa saya sampaikan demikian, sekarang di pemerintahan memiliki aset balai benih ikan yang luasnya 7.6 hektare tapi belum menghasilkan terlalu banyak benih dari jumlah ideal yang bisa kita hasilkan. Sekarang kita sedang persiapkan bagaimana balai benih kita dapat menghasilkan sekitar 5 juta benih setiap bulan, dengan tujuan agar kita dapat meningkatkan program pemberdayaan seperti yang kita lakukan sekarang ini, kita berikan bantuan kepada bapak ibuk besarkan ikan ini kalau sudah beruntung baru bayar,” katanya.

“Kita support, kita dorong program ini bersama-sama, mudah-mudahan balai benih kita bisa meningkatkan benihnya itu menjadi 5 juta sebulan. Kalau itu bisa kita lakukan, berapa banyak sawah yang dikelola sepertinya bisa kita bantu dengan bibit, sehingga ibu bapak sudah bisa berternak tanpa mengeluarkan modal yang besar,” terangnya lagi.

“Insyalallah, minggu depan saya akan membawa bapak Kadis ke Jakarta untuk mengurus balai benih ikan kita agar produksi kita meningkat, agar kita mendapatkan dana dari pusat yang cukup besar,” sebutnya lagi.

Wakil Bupati berharap, mudah-mudahan program ini berhasil banyak mendapatkan untung dan dapat kita kembangkan terus dan kita sama-sama berdoa semoga program ini berjalan lancar dan dapat berkembang.

Sementara Sepdi Paindayeri menambahkan, hasil padi dari program ini tidak akan berkurang dan masyarakat juga mendapatkan hasil tambahannya ikan, kemudian umur ikan lebih cepat dari umur padi jadi sebelum padi dipanen ikan sudah dipanen terlebih dahulu sekitar 2 bulan di sawah dan ikan akan dijual ke pasar atau ke rambah jaring apung. “Justru sekarang ini ikan sawah lebih laku di pasar. Harga ikan sawah di pasar sekarang ini Rp 35 ribu per kilo sementara diambil ke petani Rp28 ribu sampai Rp30 ribu per kilo,” terangnya.

“Kemudian dalam kegiatan ini, masyarakat tidak perlu bayar benih di awal, bibit ikan tidak dibayar di awal tapi setelah panen nilai bibit ikan dikembalikan masyarakat. Jadi, program ini benar-benar program pemberdayaan,” kata Sepdi.

“Dinas Perikanan juga harus memasukkan PAD dari penjualan benih ikan, jadi ini sangat cocok di kabupaten kita, di daerah-daerah yang sumber airnya banyak. Kita juga membuka sekaligus membuka peluang ke walinagari yang lain. Kalau ada yang berminat, datanglah ke dinas, akan disurvei oleh penyuluh-penyuluh kita lokasi mana yang cocok untuk mina padi,” terangnya lagi.

“Kita ditarget Bupati dan Wabup mencetak benih ikan 4 sampai 5 juta benih sebulan yang nantinya bisa diberikan langsung bisa dengan konsep mina padi ini. Saya berharap konsep ini dapat diterima masyarakat, karena konsep ini sangat cocok untuk ekonomi masyarakat dan menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat,” ucap Plt. Kadis Perikanan.

Rizki Kurniawan Nakasri juga menyampaikan terkait dengan janji pilkadanya untuk mendirikan rumah tahfiz di setiap nagari.

“Kita akan jadikan tahfiz menjadi kurikulum di SD dan SMP. Saya ingin menyampaikan kepada bapak/ibu, proses realisasi janji itu akan dimulai 100 hari ke depan. Untuk kurikulum pendidikan yang ada, tahfiznya kita sudah siapkan, pilot projectnya satu sekolah per kecamatan untuk uji coba itu akan langsung kita mulai 100 hari ke depan,” kata Nakasri.

“Beberapa bulan akan kita lakukan evaluasi. Jika konsep ini berhasil, maka kita wajibkan semua sekolah SD dan SMP untuk menjadikan tahfiz sebagai kurikulum wajib,” tegasnya.

“Saya berharap mudah-mudah program-program ini dapat betul-betul memperbaiki kondisi kita di masyarakat terutama anak-anak kita. Saya sudah menyampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan, kita harus punya target SD dan SMP itu walaupun mereka sekolah di sekolah negeri tapi ada target berapa jumlah hafalan Al Quran mereka setelah lulus nanti. Mudah-mudahan bapak/ibu dapat mendukung program ini bersama-sama,” pungkas Nakasri.

(yud)

Kami Hadir di Google News