InfrastrukturParlemenSumatera Barat

Jembatan Gantung Kampai Limapuluh Kota Memprihatinkan

101
×

Jembatan Gantung Kampai Limapuluh Kota Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini
Jembatan Gantung Kampai Limapuluh Kota Memprihatinkan
mjnews.id – Kondisi jembatan gantung yang berada di Jorong Kampai, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, sungguh sangat memprihatinkan. Jembatan yang biasa dipakai masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian dan juga sebagai penghubung antar nagari itu, kondisinya sangat miris sekali.
“Kondisinya sudah lapuk, berkarat dan tak lagi kuat. Lantai kayu pada jembatan yang membentang diatas sungai Batang Sinamar itu, sudah ada yang patah-patah. Setelah kita cek langsung, memang seharusnya jembatan tersebut diperbaharui dengan jembatan yang permanen. Ini menjadi catatan kita di DPRD nanti,” ujar Safaruddin, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) usai kunjungan kerja dari Kecamatan Lareh Sago Halaban, Selasa (28/7/2020).
Ketua DPD Golkar Limapuluh Kota itu juga mengatakan, infrastruktur jembatan merupakan prioritas dirinya untuk diperjuangkan di DPRD Sumbar. Tak hanya jembatan di Jorong Kampai saja, melainkan seluruh jembatan yang ada di bawah kewenangan Pemprov Sumbar di daerah pemilihan Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.
“Saya akan tetap memperjuangkan seluruh jembatan yang tidak layak untuk segera diperbaiki di DPRD Sumbar. Karena ini menjadi tanggung jawab moral bagi saya untuk dapil Payakumbuh dan Limapuluh Kota,” tambahnya.
Tokoh masyarakat Lareh Sago Halaban N. Dt. Rajo Mangkuto, yang ditemui, mengatakan, jembatan gantung di Jorong Kampai merupakan penghubung alternatif dan utama bagi warga Nagari Sitanang. Jembatan itu menghubungkan tiga jorong yang ada di seberang sungai Batang Sinamar.
“Tak hanya itu saja, jembatan gantung yang bernama Jembatan Sawah Gadang tersebut merupakan akses vital ke kawasan pertanian masyarakat setempat, sekaligus penghubung alternatif ke ibukota kabupaten Limapuluh Kota di Sarilamak. Jembatan sudah dimakan usia dan mengancam keselamatan warga kita. Jembatan tiap hari dilintasi masyarakat. Ini yang kita khawatirkan,” ucapnya.
Diakui Dt Rajo Mangkuto, pembangunan secara permanen jembatan Kampai tersebut, sudah diajukan ke Pemprov Sumbar. Tetapi hingga saat ini tak kunjung ada realisasinya.
“Ke gubernur dan anggota DPRD Sumbar lainnya sudah kita sampaikan juga permohonan untuk pembangunan jembatan ini. Tapi sampai saat ini tak kunjung direalisasikan. Mudah-mudahan, melalui anggota DPRD Sumbar dari Dapil 5 ini, pembangunan jembatan bisa diperjuangkan sesegeranya,” kata pengurus LKAAM Limapuluh Kota itu. (fik)

Kami Hadir di Google News