HeadlineSumatera Barat

Napak Tilas, 86 Warga Suayan Limapuluh Kota Tersesat di Bukit Barisan

77
×

Napak Tilas, 86 Warga Suayan Limapuluh Kota Tersesat di Bukit Barisan

Sebarkan artikel ini

kaum ibu dengan wajah tegang menunggu anggota keluarga mereka yang tersesat di hutan
Sebagian kaum ibu dengan wajah tegang menunggu anggota keluarga mereka yang tersesat di hutan. (Ist)

 mjnews.id – Sebanyak 86 warga Nagari Suayan, Limapuluh Kota dikabarkan tersesat di hutan Bukit Suayan. Mereka dikabarkan sedang melakukan napak tilas sambil refresing turun masuk hutan sejak Sabtu (03/10/2020).

Dalam rombongan yang 86 orang ada wanita dan remaja. Rombongan berangkat Sabtu (03/10/2020) sekitar pukul 10.00, sampai sore dan malam rombongan tersebut masih belum pulang. Masyarakat sudah menelusuri ke dalam hutan, namun belum bertemu.

Salah seorang keluarga rombongan, Tias yang berhasil diwawancarai di Tarusan, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek mengatakan, rombongan berangkat pukul 10.00 WIB sebanyak 86 orang.

“Mereka berangkat dalam agenda napak tilas dan refresing. Kami sudah punya kesepakatan, bahwa rombongan berangkat dari Suayan menelusuri jalan setapak di Bukit Suayan menuju Tarusan Kamang. Sorenya kami dari Suayan berangkat menuju Tarusan Kamang untuk menjemput rombongan. Namun menjelang Maghrib rombongan belum sampai di Tarusan.

Sampai malam pun rombongan belum ada tanda-tanda sampai di Tarusan, sementara kami sudah menunggu di Tarusan. Dicoba menghubungi via handphone ada komunikasi, tapi mereka tidak tahu jalan.

“Dari keterangan rombongan mereka melihat ada cahaya lampu tapi mau diteruskan perjalanan ada jurang kiri kanan. Maka perjalanan tidak bisa dilakukan,” jelas mereka.

Sementara supir yang berencana menjemput rombongan dikonfirmasi di Tarusan, Fadly menambahkan, terakhir kontak dengan kami pukul 04.00 WIB menjelang subuh. Mereka disuruh membuat api unggun agar bisa menghangatkan badan.

“Saat itu kami hubungi dengan video call,” katanya.

Saat ditanya, mereka mengaku melihat, tapi di mana lokasinya tidak tahu. 

“Kami menjemput ke Tarusan Kamang sebanyak 6 unit mini bus. Masyarakat Nagari Suayan sudah banyak yang naik ke Bukit Suayan, baik yang naik dari Suayan maupun dari Tarusan Kamang,” jelas Fadly.

Sementara dari Agam sudah naik pula anggota TNI, Polri, BPBD dan Pol PP serta masyarakat. 

“Jumlahnya sekitar 75 orang,” ungkap Kasatpol PP Agam, Kurniawan Syah Putra.

Masyarakat yang menunggu anggota keluarga mereka di mushalla Tarusan Kamang kian cemas. Mereka memangis dan berdoa. Ada yang tiap sebentar mencoba menghubungi dengan telepon genggam, namun tak bisa berkomunikasi. 

“Pak, pak….tolonglah usahokan mencari anak dan keluarga sarato masyarakat kami. Sampai siang ko alun ado kaba baritonyo. Kok bisa Pak pakai heli Basarnas supayo nampak dima posisi rombongan,” demikian ucapan spontan dari salah seorang ibu yang anaknya ikut dalam 86 rombongan yang tersesat itu.

Sementara itu, Yeti Darlis ibu kandung dari Rudi Nofianto (27) saat dikonfirmasi menuturkan, anaknya yang merupakan ketua pemuda di Suayan itu ikut dalam rombongan napak tilas.

“Anak saya belum lama ini wisuda S2 di Bukittinggi, Pak. Dia juga ikut bekerja di Basarnas Kabupaten Limapuluh Kota. Sampai siang ini tidak jelas di mana posisi pasti rombongan. Dicoba kontak tidak bisa. Sebagian ada yang bisa, katanya di hutan yang banyak jurangnya,” ungkap Yeti sambil menangis.

(tim)

Kami Hadir di Google News