ADVERTISEMENT
Parlemen

Apresiasi Pembentukan Taruna Tani, Ketua DPD RI Berharap Pertanian Lebih Maksimal

70
×

Apresiasi Pembentukan Taruna Tani, Ketua DPD RI Berharap Pertanian Lebih Maksimal

Sebarkan artikel ini
LaNyalla melihat penyu
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mattalitti.

MJNews.id – Kebijakan Kabupaten Bantul, DIY, melibatkan para pemuda untuk bergerak di sektor pertanian, mendapat apresiasi dari Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mattalitti. Ia berharap para pemuda bisa menghadirkan inovasi dan menerapkan teknologi sehingga sektor pertanian bisa menjadi lebih maksimal.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

 

Kebijakan ini dilakukan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul yang membangkitkan para pemuda agar bergerak atau berusaha di sektor pertanian. Caranya, dengan membentuk Taruna Tani, atau kelompok pemuda yang difasilitasi untuk melakukan kegiatan budi daya pertanian.

Baca Juga  Mahasiwa Desak DPRD Solok Selatan Tolak UU Cipta Kerja

Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti, menilai langkah yang dilakukan sangat inovatif.  Hampir serupa yang dilakukan Pemprov Jawa Barat, dengan program Petani Milenial.

“Seperti yang kita ketahui, pertanian merupakan dunia yang tidak menarik bagi pemuda. Karena ada kesan kotor di sektor pertanian,” ujarnya, Rabu 17 Maret 2021. 

Oleh karena itu, LaNyalla menilai langkah DIY yang membangkitkan para pemuda yang menghidupkan sektor pertanian melalui pembentukan Taruna Tani patut diapresiasi.

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, sektor pertanian saat ini dapat berinovasi dan menerapkan dengan berbagai model teknologi yang ramah dan akrab dengan kehidupan sehari-hari. 

Baca Juga  Nevi Zuairina: Jutaan Rakyat Miskin Bertambah, Pemerintah Mesti Fokus pada UMKM

“Inovasi memang harus dilakukan di pertanian. Salah satunya inovasi agrowisata pertanian. Jika dikembangkan dengan serius, cara ini dapat menjadi tren dalam pengelolaan pertanian,” tuturnya. 

Oleh karena itu, LaNyalla mendukung kaderisasi pemuda taruna tani dapat digaungkan menjadi gerakan untuk mendukung pertanian. 

“Dengan cara ini, kita tidak perlu khawatir dengan defisit petani. Karena, regenerasi petani sudah disiapkan sejak awal,” katanya.

(rls)