ADVERTISEMENT
Parlemen

Masalah Papua Tidak Cukup Diselesaikan dengan Hukum dan Senjata

63
×

Masalah Papua Tidak Cukup Diselesaikan dengan Hukum dan Senjata

Sebarkan artikel ini
nono sampono
Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono.

 

MJNews.id – Gugurnya Kepala BIN Daerah Papua (Kabinda) Mayjen TNI (Anm) I Gusti Putu Danny Nugraha Karya karena ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menjadi catatan kelam dalam menangani masalah Papua.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

 

Wakil Ketua DPD RI sekaligus anggota MPR RI, Nono Sampono menegaskan, menangani masalah Papua tidak cukup melalui pendeketan hukum dan senjata. Namun, harus juga melalui pendekatan kesejahteraan dan keadilan.

 

Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk ‘Peran TNI Polri dalam Menumpas KKB Papua’, di Media Center MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Selasa 27 April 2021.

Baca Juga  Berbicara di Kapten Indonesia, Ketua DPD RI Sampaikan Pentingnya Wujudkan Desa Berdaulat

 

“Kesimpulan saya maaf, saya harus  katakan menyelesaikan masalah Papua tidak cukup dengan hukum dan senjata,” kata Nono.

 

Menurut Nono, semua pihak harus jujur melihat persoalan Papua. Otonomi khusus yang telah diterapkan di Papua juga harus dievaluasi sebelum diperpanjang.

 

“Negara ini sudah memberikan otonomi khusus, di balik ini ada anggaran yang cukup besar dan sekarang walaupun ada polemik kita menghendaki akan ada lagi. Mari kita atur, hangan sampai ada lagi dikorbankan terutama rakyat,” ucap Purnawirawan TNI Angkatan Laut itu.

Baca Juga  PT Newera Rubberindo Gresik Harus Tuntaskan Kesepakatan dengan Pekerja

 

Lebih lanjut, Nono mendorong semua pihak untuk berperan dalam menyelesaikan masalah Papua. Jangan sampai pemerintah saat ini mewarisi masalah Papua yang berlarut-larut kepada generasi mendatang.

 

“Jangan warisan yang masa lalu dan sekarang nanti kita limpahkan lagi buat generasi berikutnya. Apalagi dalam keadaan lebih parah, kan itu masalahnya,” pungkasnya.

 

Turut hadir dalam diskusi tersebut Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno dan Anggota MPR RI Fraksi Gerindra Yan Permenas Mandenas.

 

(rls/eds)