ADVERTISEMENT
KesehatanJawa TimurMalang

Imunisasi Polio Dinas Kesehatan Kota Malang Melebihi Target

78
×

Imunisasi Polio Dinas Kesehatan Kota Malang Melebihi Target

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif (kanan), saat mendampingi Pj. Wali Kota dalam pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional Polio
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif (kanan), saat mendampingi Pj. Wali Kota dalam pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional Polio. (f/pemko)

Mjnews.id – Pemerintah Kota Malang mencapai kesuksesan dalam melampaui target imunisasi Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio putaran pertama, dengan persentase mencapai 103,01%.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, Sabtu (27/1/2024), berharap keberhasilan imunisasi polio ini dapat dipertahankan pada putaran kedua, yang dijadwalkan akan berlangsung pada 19-24 Februari 2024.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Imunisasi putaran kedua akan melibatkan anak-anak yang telah menjalani vaksinasi pada putaran pertama, dengan tujuan memberikan perlindungan ganda melalui dua kali imunisasi. Proses imunisasi tetap konsisten, yaitu dua tetes pada putaran pertama dan dua tetes pada putaran kedua, menggunakan vaksin Novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2).

Baca Juga  Sub Pekan Imunisasi Nasional Pertama Sukses, Dinkes Kabupaten Malang Siapkan Putaran Kedua

Husnul Muarif menyatakan bahwa vaksin akan didistribusikan oleh Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Meskipun tidak ada keluhan atau efek yang terjadi setelah pemberian imunisasi pada putaran pertama, pihaknya berharap agar target minimal 100% dapat dipertahankan pada putaran kedua.

Pemerintah Kota Malang tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan capaian imunisasi, dengan fokus pada menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat. Husnul Muarif berharap agar semua peserta dapat hadir pada putaran kedua imunisasi polio, dan proses imunisasi tetap berlangsung dengan lancar.

Sementara Meifta Eti Winindar, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang, menambahkan bahwa lebih dari 300 posyandu dan hampir 279 sekolah terlibat dalam pelaksanaan Sub PIN Polio ini. Dengan sasaran riil mencapai 100 ribu anak, vaksin yang disediakan mencapai 4.398 pada putaran pertama.

Baca Juga  AirAsia Luncurkan "airasia beauty" di Indonesia

Kata Meifta lagi, Hasil penilaian Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) menunjukkan bahwa tidak ada faktor risiko serius yang muncul setelah pelaksanaan vaksinasi tetes polio.

“Jadi vaksinnya akan didropping oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Pesertanya sama, makanya kami berharap juga bisa datang semua. Prosesnya sama juga. Vaksin yang diberikan ini vaksin polio type 2, karena kan kasus polio yang ditemukan di Pamekasan, itu type 2,” pungkasnya.