ADVERTISEMENT
KemensosJawa Barat

Nenek Rukmini Lega, Kemensos Bantu Anaknya yang Disabilitas Fisik

34
×

Nenek Rukmini Lega, Kemensos Bantu Anaknya yang Disabilitas Fisik

Sebarkan artikel ini
Kemensos Bantu Imas (26), yang menderita Disabilitas Fisik
Kemensos Bantu Imas (26), yang menderita Disabilitas Fisik

Mjnews.id – Ibu Rukmini (73), memiliki anak disabilitas fisik, Imas (26), menerima bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Imas, yang mengidap Cerebral Palsy Dyskinetic/ Athetoid, selama ini mengalami berbagai keterbatasan, termasuk kesulitan dalam bergerak dan berkomunikasi.

“Alhamdulillah…. Hatur nuhun pisan (terima kasih sekali),” ujarnya berkali-kali sebagai ungkapan rasa terima kasih. Wajahnya yang renta kelihatan sangat sumringah.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Dalam rilis yang diterima Redaksi, Sabtu 3 Februari 2024, Kemensos melalui Sentra Phalamartha Sukabumi dan Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil dan Kewirausahaan memberikan bantuan berupa pemeriksaan medis lengkap di RSUD Ciamis, kursi roda adaptif, serta bantuan kewirausahaan untuk usaha combro dan ternak Ayam Sentul.

“Kami sudah melakukan asesmen dan membawa Imas ke rumah sakit,” kata Burhanudin, pekerja sosial Sentra Phalamartha Sukabumi yang melakukan asesmen kepada keluarga Ibu Rukmini.

Tim dari Sentra Phalamartha Sukabumi dan Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil dan Kewirausahaan Kementerian Sosial membawa Imas ke RSUD Ciamis untuk pomeriksaan syaraf, CT-scan, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan jantung.

Baca Juga  Dirjen Dukcapil Resmikan Gedung Pelayanan Adminduk Karawang

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Imas diketahui menderita Cerebral Palsy Dyskinetic/ Athetoid.

Imas sebenarnya lahir dalam kondisi normal. Akan tetapi panas dan kejang yang dideritanya saat bayi membuat kedua tangan dan kakinya menjadi kaku. Keterbatasan biaya membuat keluarga Ibu Rukmini tidak bisa melanjutkan pengobatan untuk anaknya.

Jangankan ke rumah sakit apalagi membeli kursi roda, untuk makan sehari-hari saja Ibu Rukmini sangat kesulitan.

Ibu Rukmini sehari-hari membantu tetangganya membuat comro atau makanan khas Sunda terbuat dari parutan singkong dan oncom. Upahnya Rp 10.000 sehari. Dengan upah sekecil itu, Ibu Rukmini tidak bisa berbuat banyak. Untuk membeli beras yang harganya Rp 12.000 per kilogram saja tidak cukup.

Karena itulah kehadiran Kemensos sangat disyukuri. Bantuan Kemensos tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Kemensos membawa anak kesayangan Ibu Rukmini, Imas ke rumah sakit dan diperiksa lengkap. Kemensos juga memberikan kursi roda adaptif untuk keperluan Imas agar bisa bergerak lebih leluasa.

Untuk menopang ekonomi keluarga, Kemensos memberikan bantuan kewirausahaan untuk Rukmini berupa perlengkapan usaha combro dan usaha ternak Ayam Sentul yang merupakan ayam asli Ciamis. Bantuan usaha tersebut dimaksudkan agar Ibu Rukmini bisa mandiri secara ekonomi.

Baca Juga  Antisipasi Bencana, Kemensos Stok Kembali Lumbung Sosial di Tolikara

Selain bantuan tersebut, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan berupa kasur, sembako, peralatan kebersihan diri dan sebagainya.

Kemensos juga melakukan koordinasi dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) agar Imas bisa mendapatkan pendidikan dasar. Pihak SLB pun sangat antusias untuk membantu dengan mengirimkan tenaga pendidik ke rumah Imas pada hari-hari libur untuk membantunya belajar.

Rukmini mengatakan, Imas sangat senang mendapatkan kursi roda adaptif dari Kemensos. Meski harus digendong saat berpindah dari kasur ke kursi adaptif, kini dia tak harus selalu menggendong anaknya itu kemana-mana.

“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada Kementerian Sosial atas berbagai bantuan ini,” kata Rukmini bahagia.

Tak sekadar memberikan bantuan, Kementerian Sosial juga memberikan penyuluhan kepada Rukmini untuk mengelola keuangan. Kemensos juga akan melakukan kunjungan berkala untuk meninjau keberlanjutan usaha ternak dan combro yang dikelola Rukmini.

(Rel)