Jawa BaratPilkadaPolitikPurwakarta

Hasta Karya Bersama OKP Nyatakan Sikap, Siap Dukung Ketua DPD Golkar Dua Periode

90
×

Hasta Karya Bersama OKP Nyatakan Sikap, Siap Dukung Ketua DPD Golkar Dua Periode

Sebarkan artikel ini
IMG 20240703 WA0052

MJNEWS.ID – Ormas Hasta Karya yang mendirikan Partai Golongan Karya atau Golkar bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) menyelenggarakan rapat koordinasi di Gedung lantai dua DPD Partai Golkar, Jalan Vetaran Ciseureuh, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu 2 Juli 2024.

Ormas Hasta Karya dan OKP melakukan rapat tersebut, sekaligus menyatakan sikap agar mengafirmasi dan meyakinkan bahwa Anne Ratna Mustika sebagai Ketua DPD Partai Golkar harus siap mencalonkan diri Calon Bupati (Cabup) di Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada pada tahun 2024 ini, melanjutkan pengabdiannya sebagai Kepala Daerah.

ADVERTISEMENT

banner pemkab muba

Dalam rapat tersebut, turut hadir Wakil Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) Partai Golkar dan seluruh Ketua Hasta Karya dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

Yudistira mengapresiasi kehadiran dan eksistensi semua Ormas dan OKP Partai Golkar sampai saat ini masih solid ditengah eksistensi Partai yang cenderung stag.

“Ini adalah bentuk kecintaan kader terhadap partai yang dalam dekat ini akan ikut melaksanakan kontestasi demokrasi imbuh Ketua AMPG,” kata Yudistira.

Sementara itu, menurut Ketua DPD AMPI Denhas Mubarok, alasan apa yang dapat membantah Ketua tidak bisa menang dalam kontestasi.

“Semuakan sudah jelas Golkar itu berbasis saintifik, artinya jika hasil survei kita kemaren 54,2 persen, maka akan bertambah setelah kerja-kerja Politik dan mesin Partai sudah berjalan,” kata Denhas.

“Track record pimpinan kita sudah terekamlah di publik, maka lahirlah visi cerdas, akuntabel, nyantri, inovatif, kredibel selesai itu barang. dan yakinkan bahwa masyarakat kita sangat cerdas dan peka terhadap kondisi politik saat ini tinggal bagaimana kita cerdas menyikapi situasi yang serba cepat ini,” sambungnya.

Selain itu, Denhas juga memastikan bahwa jangan seperti di film korea The DeVIL ‘S Deal yang menceritakan bagaiamana sistem demokrasi dirusak oleh perangkat hukum yang mengkonstruk perkara.

“Mafia pers yang tidak coverbootside, birokrasi yang mengintervensi dan penyelanggara jauh dari nilai netralitas, kami berharap demokrasi kita tumbuh dengan nilai-nilai yang luhur dan berkualitas,” tutup Denhas Mubarok.

(*)

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT