Ekonomi

Bisnis Jualan Ini Untung Rp170 Juta Sebulan, Simak Ide Usaha dan Tekniknya

598
×

Bisnis Jualan Ini Untung Rp170 Juta Sebulan, Simak Ide Usaha dan Tekniknya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Ide Usaha dengan Bisnis berjualan Keripik Brownies Ketan
Ilustrasi Ide Usaha dengan Bisnis berjualan Keripik Brownies Ketan (foto: Canva)

Mjnews.id – Bagi kamu yang tergiur untuk berbisnis dengan penjualan yang bisa untung ratusan juta sebulan, baca artikel ini.

Terlampir informasi terkait rekomendasi ide usaha yang bisa kamu jadikan ladang bisnis, beserta teknik penjualan hingga tips suksesnya.

Hal tersebut dipublikasikan oleh Youtuber Pecah Telur dalam video konten berjudul, “Keripik Brownies Ketan! Jualan 1 Produk Aja Bisa 17.000 Pcs Per Bulan.”

Isi kontennya mengisahkan Bapak Arso, pemilik Cv. Bolu Ketan Mendut yang berasal dari Surabaya, ia mencapai prestasi mengesankan hingga ekspor internasional.

Barangkali, kamu bisa menjadikan ceritanya inspirasi dan melakukan teknik serta tips serupa agar kecipratan kesuksesan dengan keuntungan Rp170 juta sebulan dari produk Keripik Brownies Ketan.

Ide Usaha Keripik Brownies Ketan

Dalam ceritanya dalam mengawali usaha, Bapak Arso, pemilik Cv. Bolu Ketan Mendut dengan produk Keripik Brownies Ketan mengaku bahwa dirinya sudah lakukan perencanaan sejak 2017.

Dari awal perilisan hingga sampai saat ini, ia konsisten menjual 1 produk saja dengan menerapkan beberapa teknik penjualan dan menargetkan pasaran secara luas di bawah ini.

Teknik Penjualan Produk Agar Laku

1. Mencari produk yang bisa jalan jauh & bisa keluar negeri, jadi tahan lama

2. Membuat produk dengan target kaum milenial

3. Produk yang disuka sama hampir semua segmen

“Milenial suka coklat keju susu, jadi lah produk roti. Lalu terpilih yang paling digemari yaitu coklat hingga ditentukan produk roti jenis brownis,” ujar owner Keripik Brownies Ketan itu.

“Harganya dibuat biar pasarnya tepat ke semua kalangan dengan produk tahan dalam 6 bulan, baru lah dari awal produk brownis dipotong tipis-tipis. Lalu ditambahkan ketan agar tidak bisa diikuti orang lain,” jelasnya.

Namun setelah produk jadi, ia tidak langsung menjual karena mengirimkan sampel dulu ke 5 Chef agar mereka memberi masukan terkait pembuatan produk sampai mereka merasa pas.

Baca laman selanjutnya>>>

Kami Hadir di Google News