BeritaKemensos

Tersandung di Malaysia, Pekerja Migran Ini Kini Berkumpul dengan Keluarga di Indonesia

179
×

Tersandung di Malaysia, Pekerja Migran Ini Kini Berkumpul dengan Keluarga di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Tuo Moi, menyambut kedatangan anak perempuan semata wayangnya, Yen Yen
Tuo Moi, menyambut kedatangan anak perempuan semata wayangnya, Yen Yen (22) yang tersandung masalah di Malaysia. (f/humas kemensos)

Mjnews.id – Yen Yen (22), Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) asal Kota Pontianak, dipulangkan kembali dari Malaysia karena menyalahi izin kerja (work permit).

Ibunya, Tuo Moi, tampak menyambut kedatangan anak perempuan semata wayangnya dengan penuh rasa haru. Yen yen yang tersandung masalah di Malaysia, kini telah kembali pulang ke rumah dengan selamat.

Sebelumnya, Yen Yen berangkat ke Malaysia bersama suami pada bulan Februari 2023.

Selama 8 bulan di Malaysia, Yen Yen bekerja pada sebuah konter HP hingga akhirnya terjaring penertiban tenaga kerja ilegal oleh petugas imigrasi Malaysia pada November 2023.

Sejak ditangkap, hampir tiga bulan lamanya Yen Yen sendirian tanpa bertemu dan berkomunikasi dengan keluarga.

Sesuai arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang berkomitmen terhadap Pekerja Migran Indonesia bermasalah untuk mendapatkan perlindungan dan Layanan Rehabilitasi Sosial (ATENSI), pada 16 Januari 2023, Kementerian Sosial RI telah membantu kepulangan Yen Yen ke Indonesia dan menampungnya sementara di Rumah Perlindungan dan Trauma Centre (RPTC) Tanjung Pinang.

Selama berada di RPTC Tanjung Pinang, Yen Yen mendapatkan kebutuhan dasar, layanan psikososial serta dilakukan essessment.

Berdasarkan hasil rapid essessment yang dilakukan oleh Pekerja Sosial Kementerian Sosial RI untuk mengetahui latar belakang dan kebutuhan sebagai rencana layanan yang akan diberikan, Yen Yen kemudian direhabilitasi di UPT Kementerian Sosial, Sentra Antasena di Magelang sebelum nanti dipulangkan ke rumah.

Sentra Antasena di Magelang memberikan bantuan dan pendampingan bagi Yen Yen sebagai kelompok rentan.

Bantuan yang diberikan berupa layanan residensial dan permakanan, pemberian arahan, pelayanan dukungan psikososial, pendampingan moral, konseling individu dan terapi vokasional salon.

Berdasarkan minat dan bakat Yen Yen yang cukup mumpuni di bidang salon, Sentra Antasena di Magelang juga memfasilitasi Yen Yen untuk mengikuti kursus salon di luar sentra agar makin mengasah kemampuannya dan menjadi bekal keterampilan Yen Yen untuk bekerja di salon.

Selama 3 minggu menjalani rehabilitasi dan mengikuti terapi vokasional salon, Yen Yen menunjukkan banyak perubahan positif.

Yen Yen yang mulanya pendiam dan terkesan menutup diri mulai terbuka, ceria dan mengungkapkan keinginannya untuk segera pulang ke rumah bersama orangtuanya yang sudah sepuh.

Hasil koordinasi dan kerja sama Sentra Antasena di Magelang dengan Dinas Sosial Kalimantan Barat yang melakukan tracing alamat rumah, di mana Dinas Sosial Kalimantan Barat berhasil menemukan alamat serta orangtua kandung Yen Yen.

Maka, pada 16 Februari 2024, Yen Yen di antar pulang untuk kembali ke rumah orangtuanya di Kelurahan Saigon, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

“Sebuah perjalanan dan penantian yang panjang, puji syukur Yen Yen akhirnya bisa pulang. Bapak dan ibu tidak perlu khawatir lagi, kini Yen Yen sudah ada di rumah. Semoga Yen Yen meningkat kemampuannya dan dapat segera bekerja untuk keluarga,” ungkap Richa Nurhayati, selaku perwakilan Sentra Antasena.

Untuk menunjang perekonomian keluarga, Sentra Antasena juga memberikan bantuan Atensi kepada Yen Yen berupa perlengkapan salon.

Dibantu Dinas Sosial Kalimantan Barat dan keluarga, Yen Yen sudah didaftarkan untuk bekerja pada sebuah salon.

“Terimakasih kepada Kementerian Sosial khususnya Sentra Antasena di Magelang atas bantuan dan perhatiannya untuk yen Yen. 3 bulan lamanya saya tidak bisa tidur dan menelan makanan, pikiran saya terus tertuju pada Yen Yen. Kini anak saya sudah kembali ke rumah, terimakasih,” ucap Tuo Moi, Ibu kandung Yen Yen.

Kementerian Sosial akan terus mengoptimalkan pendampingan, perlindungan dan pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia Bermasalah.

(*)

Kami Hadir di Google News