AdvertorialBengkuluBengkulu Selatan

Wabup Rifa’i Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual

120
×

Wabup Rifa’i Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual

Sebarkan artikel ini
Wabup Rifa'i Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual
Wabup Rifa'i Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual.

Bengkulu Selatan, Mjnews.id- Wakil Bupati Bengkulu Selatan Rifa’i Tajuddin mengikuti jalannya Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan oleh Kemeynterian Dalam Negeri secara virtual, Rabu (8/2/23).

Bersama dengan Kepala OPD terkait, Wakil Bupati mengikuti jalannya Rakor yang rutin dilaksanakan oleh Kemendagri setiap minggunya.

ADVERTISEMENT

banner pemkab muba

Dalam memaknai dan memonitoring inflasi harus dilakukan secara serius dan hati-hati, Inflasi yang terlalu tinggi akan berdampak pada daya beli, peningkatan inflasi yang lebih lambat dari kenaikan harga mengakibatkan pada tergerusnya daya beli. Oleh sebab itu wajib bagi Pemerintah untuk menjaga agar inflasi tidak terlalu tinggi.

Sebaliknya inflasi yang terlalu rendah dan berjalan dalam waktu yang lama juga bukan merupakan indikasi yang baik. Bila hal ini terjadi maka hal tersebut merupakan penanda bahwa perekonomi sedang lesu.

Inflasi yang rendah, stabil dan dapat diprediksi (inflation targeting) adalah kondisi inflasi yang terbaik untuk perekonomian. Artinya fluktuasi inflasi ada pada kendali dan prediksi sehingga berbagai kebijakan baik dari Pemerintah dan para pelaku usaha bisa memperkirakan keputusan terbaik demi menjaga daya beli di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yowono yang beliau ambil dari papernya IMF dalam memaknai dan mengidentifikasi kasus-kasus dan pergerakan inflasi dan deflasi yang ekstrem di berbagai negara.

Beberapa komoditi yang menjadi penyumbang inflasi menurut data BPS diantaranya adalah bahan bakar rumah tangga, beras dan bawang merah. Selain itu rokok kretek filter dan angkutan udara juga merupakan penyumbang inflasi tertinggi saat ini.

Dari beberapa komoditi yang menjadi penyumbang inflasi, Rokok Kretek Filter menjadi komoditas yang perlu ditingkatkan kewaspadaanya. Hal ini dikarenakan per 1 Januari 2023 pemerintah telah menaikkan cukai rokok sebesar 10%.

Naiknya cukai rokok ini, pada akhirnya nanti akan mengakibatkan perusahaan rokok menaikkan secara bertahap harga rokok di masyarakat, mengingat produk rokok dan tembakau adalah salah satu komoditi yang terbanyak dikonsumsi di masyarakat selain makanan minuman jadi dan padi-padian.(Adv/Iw2002).

Kami Hadir di Google News

ADVERTISEMENT