ADVERTISEMENT
AdvertorialBengkuluDPRD Provinsi Bengkulu

Usin Sembiring Dampingi Kader Lingkungan Hidup Ubah Gang Buntu Jadi Kampung Pelangi

200
×

Usin Sembiring Dampingi Kader Lingkungan Hidup Ubah Gang Buntu Jadi Kampung Pelangi

Sebarkan artikel ini
IMG 20230611

Mjnews.id – Kepedulian terhadap menjaga lingkungan lebih nampak indah dan asri, dilakukan Anggota Dewan DPRD Provinsi Usin Abdisyah Putra Sembiring dengan menghadiri sebagai pendamping kader Lingkungan Hidup di kelurahan Lingkar Timur di rumah Bapak Aseng Jl Salak 14 berdekatan dengan SD Negeri 45 Kota Bengkulu, Minggu (11/6/2023).

Kali ini Usin menginspirasi dengan cara mendampingi para kader lingkungan hidup untuk mengelola limba organik dan anorganik, sehingga gang buntu menjadi kampung pelangi.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Usin menjelaskan bahwa untuk membuat kampung lebih indah dan asri, maka harus dilakukan inovasi seperti limba-limba organik dan organik dari warga dikelola menjadi bahan bermanfaat dan bernilai ekonomis. Seperti membuat hasil kerajinan tangan yang dapat dijual, ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Rohidin Terima Gelar Pangeran 'Wira Mandala' dari Kesultanan Palembang Darussalam

“Selain itu juga warga disekitar gang ini juga dapat berkreasi menghiasi kampung dengan cara memasang lampu-lampu hias, menanam buah dan sayur serta menghias tembok pembatas dengan mengambar berbagai lukisan”, Lanjutnya lagi.

8cb98c88 9471 45e7 b79d 7a5228316f1b 420x270
Usin Sembiring Dampingi Kader Lingkungan Hidup Ubah Gang Buntu Jadi Kampung Pelangi 3

“Untuk lukisan ditembok akan kita adakan perlombaan yang akan dilaksanakan pada bulan Juli 2023”, ungkap Usin.

Baca Juga  Diskominfotik Bengkulu Gelar Bimtek Strategis Penguatan Kehumasan Perangkat Daerah Tahun 2023

“Kita ketahui di gang tersebut tinggal seorang pelukis bapak Aceng yg telah melanglang buana dg hasil karyanya. Kemudian kita juga merencanakan kampung pelangi juga menjual molen mini dari hasil kerajinan ibu-ibu kader lingkungan hidup dari mengolah sampah organik dan anorganik,” tutur Usin.

Selain itu, untuk masuk ke kampung pelangi tidak dipungut biaya hanya saja wajib membeli makanan atau hasil karya warga disana sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat pada umumnya.

(Adv)